Let Me Love You [Part 7C-END]

Storyline by Park Ah-Rin or Dhe’chan Hamao
Poster by @VANFLAMINKEY91

PART 1 | PART 2 | PART 3 | PART 4 | PART 5 | PART 6 | PART 7A | PART 7B |  

Title : Let Me Love You
Cast : Cho Kyuhyun “Super Junior”, Choi Sooyoung “SNSD”, Shim Changmin “TVXQ”, Hwang Mi Young -Tiffany- “SNSD”, Kwon Yuri “SNSD”
Support Cast : You can find it by yourself :) 
Genre : Romance
Rating : T
Disclaimer : Cast milik kita bersama. Sooyoung eonnie dan Kyuhyun oppa saling memiliki. Alur cerita/Plot atau hal-hal yang berhubungan dengan fanfiction ini kecuali cast dan poster itu milik saya dan murni imajinasi saya.

~HAPPY READING~
DON’T FORGET TO COMMENT & LIKE !


Author POV

Di dalam kamarnya, Changmin terlihat gelisah. Ia mondar-mandir sembari memegang hapenya. Memutar-mutar hapenya tak jelas. Entah apa penyebabnya ia gelisah sampai akhirnya ia memutuskan untuk menelpon seseorang.

“Yoboseyo,” sapa orang tersebut dari seberang sana.

“Yoboseyo, kyuhyun-ah,” balas Changmin. Ternyata orang yang Changmin telpon adalah Kyuhyun.

“Ne, waeyo? Tumben sekali menelponku,” tanya Kyuhyun dengan nada heran, karena ini pertama kalinya Changmin menelponnya.

“Aku ingin bertanya padamu, apa kau tau dimana rumah Tiffany?” jawab Changmin.

“Mian, aku tak tau,”

“Tolong tanyakan pada Sooyoung dong… Aku tak berani meminta padanya, aku takut ia berpikir aneh-aneh, dan jangan tanya kenapa aku meminta alamat rumah Tiffany,”

Changmin langsung menutup telponnya tanpa mau mendengar Kyuhyun setuju atau tidak. Ia yakin Kyuhyun akan memintakannya pada Sooyoung. Oh, ayolah, Kyuhyun dan Changmin sudah berteman sekarang. Tak mungkin kan Kyuhyun tak mau membantu Changmin kecuali jika Mode Evil’nya kambuh.

Drrt Drrt, handphone Changmin bergetar dan itu pesan dari Kyuhyun. Benarkan, Kyuhyun pasti mau membantunya. Terbukti kini ia mengirim pesan yang berisi alamat rumah Tiffany.

“Baiklah, besok aku akan kerumahnya,”

Author POV end

Changmin POV

“Apakah Tiffany ada ?” tanyaku pada salah satu pelayan di rumah Tiffany.

“Nona sedang berada di taman belakang,” jawabnya. Aku mengucapkan kata terima kasih lalu berjalan ke taman belakang rumah Tiffany.

Dari ambang pintu, aku melihat Tiffany sedang duduk dengan kepala yang menengadah ke atas, wajahnya pucat dan matanya sembab. Apakah ia habis menangis semalaman ? Akupun memberanikan diri untuk menghampirinya. Aku duduk tepat di sampingnya. Ia tersadar kau kedatanganku, iapun menoleh dan menatapku dengan pandangan kaget.

“Annyeong,” sapaku dan tersenyum padanya. Namun, bukannya membalas ia malah memandangku dengan tatapan terluka lalu pergi meninggalkan. Sayangnya, ia tak kalah cepat denganku yang langsung menarik tangannya membuatnya jatuh dalam pelukanku. Aku memeluknya erat, entah kenapa aku sangat ingin memeluknya seperti ini. Namun ia meronta sembari berkata,

“Apa yang kau lakukan ? Lepaskan aku,”

Aku tak peduli dengannya yang terus meronta dan berkata untuk melepaskannya. Aku terus memeluk tubuhnya erat sampai akhirnya ia diam dan kini malah menangis. Aku mendengar isak tangisnya, akupun menenggelamkan wajahnya ke dadaku. Berusaha untuk menenangkannya, aku mengelus punggungnya.

“Mianhae Fany-ah, kemarin itu hanya salah paham… Aku memang awalnya bekerja sama pada Yuri, namun aku sadar dan akhirnya merelakan Sooyoung. Maafkan aku membuatmu salah paham, maafkan aku,” ucapku sambil terus memeluknya. Tiba-tiba ia melepaskan pelukanku secara kasar dan lagi-lagi menatapku dengan tatapan terluka. Air mata juga masih terus mengalir di pipinya.

“Bukan, ini bukan masalah Yuri atau Sooyoung, Oppa… Kau tak tau masalah sebenarnya,” ucap Tiffany dan memalingkan wajahnya.

“Lalu? Apa masalahnya? Bukankah ini tentang Yuri dan Sooyoung? Kemarin, kau marah padaku karena masalah Yuri dan Sooyoung’kan ?” tanyaku.

“Iya, memang awalnya begitu, namun sekarang bukan itu masalahnya. Aku sudah tak mempermasalahkan lagi masalah Yuri dan Sooyoung,” jawabnya. Aku hanya diam, tak tau harus berkata apa karena aku bingung sekarang. Lalu apa masalahnya? Kenapa Tiffany marah padaku?

“Ini tentang perasaanku Oppa,” lanjutnya.

Aku semakin bingung dengan kata-katanya. Perasaan? Apa maksudnya?

“Apa maksudmu Fany-ah?” tanyaku bingung.

“Maksudku ini tentang perasaanku pada Oppa…. Aku…” Tiffany menggantungkan kata-katanya. Ia beralih menatapku, memandang lurus ke kedua bola mataku. Tatapannya, kenapa begitu penuh dengan rasa terluka? Kenapa Tiffany terus menatapku dengan tatapan itu?

“Aku mencintaimu Oppa,” ucapnya yakin. Mataku terbelalak, Apa aku tak salah dengar? Tiffany mencintaiku? Sejak kapan?

“Mencintai?”

“Iya, aku mencintaimu… Entah sejak kapan, yang pasti aku mencintaimu. Aku begitu terluka ketika mengetahui kalau kau ternyata malah mencintai sahabatku sendiri,” ucapnya.

Ya Tuhan, betapa bodohnya aku karena tak peka akan perasaannya selama ini. Ia pasti sudah telalu sering terluka karenaku. Melihatku yang selalu mengejar Sooyoung dan mendengar sendiri dari mulutku kalau aku mencintai Sooyoung. Aku tak tau sudah seberapa terlukanya dia.

“Mianhae, aku tak peka dengan perasaanmu dan selalu membuatmu terluka,” ucapku dengan nada menyesal.

“Gwenchana,” balas Tiffany lalu tersenyum padaku dan yang kutau itu adalah senyum getir.

Aku menarik Tiffany lalu membawanya kedalam rangkulanku, Tiffany sempat kaget akan perlakuanku namun lagi-lagi aku tak peduli. Akhirnya Tiffany tak melawanku, ia malah kini menyandarkan kepalanya ke dadaku. Aku mengelus lembut rambutnya lalu berkata,

“Jika kau mau, aku ingin kau membantuku melupakan Sooyoung,” ucapku padanya. Ia hanya diam tak merespon. Mungkin ia mengira kalau aku akan menjadikannya pelarian.

“Aku tak akan menjadikanmu pelarian, aku hanya ingin membuka hatiku pada seseorang yang mencintaiku,” lanjutku.

“Hem, apa itu berarti kau menjadikanku yeojachingu ?” tanyanya. Aku tersenyum lembut lalu melepaskan rangkulanku. Menatapnya kedua matanya yang ketika ia tersenyum mata itu akan tersenyum juga. Lalu menangkupkan tanganku ke pipinya.

“Ne, sekarang kau yeojachinguku, buat aku mencintaimu,” ucapku sembari tersenyum padanya. Ia ikut tersenyum dan aku sangat menyukai senyumannya itu.

“Aku pasti akan membuatmu mencintaiku,” ucapnya dengan yakin. Chu~, aku mengecup bibirnya. Entah kenapa aku tak tahan untuk tak mencium bibirnya itu. Matanya membulat sempurna lalu tiba-tiba ia mendorongku dan memukul kepalaku.

“Aww, sakit. Apa yang kau lakukan ? Kenapa memukul kepalaku ?” tanyaku sambil memegang kepalaku yang sakit karena dipukul olehnya.

“Kenapa menciumku ?”

“Kan kau sudah menjadi yeojachinguku, jadi tak masalah bukan menciummu,”

Ia tertunduk malu, mungkin karena ucapanku. Wajahnya lucu sekali ketika malu. Pipinya memerah seperti tomat dan aku tak tahan untuk tak mengecup pipinya sekarang. Ia hendak memukul kepalaku lagi saat aku mencium pipinya tanpa izin namun aku langsung menahannya dengan cara memeluk tubuhnya.

“Jika kau mau membuatku mencintaimu, berarti kau juga harus mau aku cium terus,” Tiffany yang mendengar hal itu hanya bisa diam bahkan ketika lagi-lagi Changmin mencium bibirnya.

Changmin POV end

Author POV

“Kyu, aku capek…” ucap Sooyoung pada Kyuhyun yang kembali meminta untuk menaiki wahana yang berada di taman bermain itu. Kyuhyun dan Sooyoung sekarang memang sedang berada di taman bermain. Kyuhyun mengajak Sooyoung kencan ke taman bermain ternyata. Sooyoung tak menyangka kalau Kyuhyun memiliki sikap yang kekanakan. Mata Kyuhyun berbinar-binar saat ia memasuki taman bermain tadi dan dengan seenaknya menarik tangan Sooyoung lalu langsung mengajak Sooyoung untuk naik wahana Roller Coaster. Bukan hanya itu, Kyuhyun juga tak henti-hentinya memohon pada Sooyoung agar naik banyak wahana yang lain sampai akhirnya Sooyoung merasa sangat lelah sekarang.

“Yah, Sooyoung. Kan baru naik sedikit,” balas Kyuhyun dengan wajah yang cemberut. Sooyoung cengo mendengar kata-kata Kyuhyun. Sedikit ? Sedikit bagaimana ? Jelas-jelas Kyuhyun daritadi sudah mengajaknya untuk menaiki hampir semua wahana permainan.

“Tidak Kyu, aku lelah. Kita sudah terlalu banyak bermain dan sekarang aku ingin istirahat,” ucap Sooyoung.

“Ck, baiklah. Kita makan saja sekarang. Kajja…” Kyuhyun menggenggam tangan Sooyoung lalu menariknya ke salah satu kios dukkbokki yang berada di dalam taman bermain itu.

“Kios dukkbokki ?” tanya Sooyoung ketika mereka berada di depan kios dukkbokki itu.

“Ne, waeyo ? apa kau tak suka ?”

“Aniyo, kajja,” Sooyoung menarik tangan Kyuhyun untuk masuk ke kios itu. Merekapun duduk di salah satu bangku setelah memesan 4 porsi dukkbokki pada Halmoni pemilik kios.

“Ini pesanan anda. Selamat menikmati,” Halmoni pemilik kios itu memberikan 4 porsi dukkbokki pada Sooyoung dan Kyuhyun. “Gamshahamida,” ucap Sooyoung sebelum Halmoni itu pergi untuk melayani pelanggan yang lain.

Sooyoung menyantap dukkbokki itu dengan rakus. Sekarang ia benar-benar merasa sangat lapar. Bahkan, ia tak peduli jika dukkbokki itu sangat panas. Sooyoung terus menyantapnya sampai ia merasa ada seseorang yang memperhatikannya. Ia mendongakkan kepalanya dan benarkan Kyuhyun sedang menatapnya. Kyuhyun tersenyum kearah Sooyoung dan hal itu sukses membuat Sooyoung tersedak.

“Uhuk…Uhuk…” Sooyoung memukul-mukul dadanya. Kyuhyun memberikan segelas air pada Sooyoung yang langsung diminum habis olehnya.

“Aigo, aku tau senyumanku terlalu mempesona tapi tak usah sampai tersedak seperti itu melihat senyumanku,” ucap Kyuhyun narsis dan sukses membuahkan jitakan sayang dari tangan Sooyoung.

“Aww, appo,” rintih Kyuhyun sembari memegangi kepalanya yang dijitak.

“Narsis sekali kau ini, siapa juga yang terpesona, sudahlah makan saja,” gerutu Sooyoung lalu melanjutkan kembali acara makannya. Kyuhyun mendecak kesal lalu memakan dukkbokki miliknya yang sama sekali belum tersentuh daritadi.

“Aigo, kau ini seperti anak kecil sekali, Kyu. Makan saja berantakan” Sooyoung mengambil tisu lalu mengelap mulut Kyuhyun yang belepotan tanpa menyadari Kyuhyun yang wajahnya memerah. Kyuhyun meraih tangan Sooyoung lalu menatap Sooyoung yang sedang menatapnya. Cukup lama mereka bertatapan sampai Sooyoung sadar. Sooyoung memberikan tissue itu pada Kyuhyun lalu kembali duduk.

“Ehem…” Sooyoung berdehem pelan untuk menghilangkan rasa gugup pada dirinya.

Kyuhyun hanya senyum-senyum tak jelas lalu kembali meneruskan makannya dengan wajah yang sumringah.

“Terima kasih atas… hem, kencan hari ini,” ucap Sooyoung pada Kyuhyun yang baru saja mengantarnya sampai di rumah.

“Oke, sama-sama…” balas Kyuhyun lalu Mengacak-acak rambut Sooyoung, membuat semburat merah muncul di pipi Sooyoung. Kyuhyun tersenyum manis.

“Eum… Apa kau mau mampir dulu ?” tanya Sooyoung.

“Ah tidak usah. Ini sudah malam dan aku harus segera pulang,” jawab Kyuhyun. Sooyoung mengangguk lalu berkata, “Okelah… Sampe berjumpa besok,” Sooyoung pun masuk ke dalam rumahnya, sebelum benar-benar masuk, ia menengok ke arah Kyuhyun yang masih setia memperhatikannya, tersenyum sembari melambaikan tangan.

Setelah Sooyoung masuk ke dalam rumahnya. Kyuhyunpun segera pulang ke rumahnya.

        Sooyoung dan Kyuhyun berjalan beriringan memasuki gedung kampus mereka. Selama berjalan bersama mereka berbincang tentang banyak hal. Bercanda. Bahkan, sesekali Sooyoung atau Kyuhyun tertawa. Hal itu membuat mereka terlihat seperti sepasang kekasih.

Bahkan banyak mahasiswa dan mahasiswi mengira mereka benar-benar sepasang kekasih. Padahal kenyataannya mereka hanya berteman bukan ?

Langkah Kyuhyun terhenti saat melihat suatu pemandangan yang membuatnya mengeluarkan senyum evilnya. Sooyoung yang bingung mengikuti arah pandang Kyuhyun dan ia ikut tersenyum melihatnya.

Di taman kampusnya, Kyuhyun dan Sooyoung melihat Changmin  dan Tiffany sedang berpelukan mesra. Kyuhyun dan Sooyoungpun mengendap-endap menghampiri dua sejoli yang baru merajut cinta itu.

“Dor..”, teriak Kyuhyun dan Sooyoung bersamaan. Reflek, Changmin dan Tiffany melepaskan pelukan mereka.

“Cie… Yang baru jadian…” goda Sooyoung seraya menoel pinggang Tiffany, membuat Tiffany menunduk malu.

“Doh… Pejenya mana nih ? Peje peje…” ucap Kyuhyun dengan senyum evilnya.

“Peje ? Apa itu peje ?” tanya Changmin dengan tampang oon. Sooyoung menepuk jidatnya melihat Changmin mengeluarkan tampang oonnya.

“Pajak Jadian, Jjagi…” jawab Tiffany. Changmin mengangguk-angguk mengerti.

“Kalian mintanya apa ?” tanya Changmin.

Sooyoung dan Kyuhyun memasang tampang berfikir. Sepertinya minta ditraktir makan sepuasnya saja, batin Sooyoung. Bagaimana kalo minta belikan kaset game, pikir Kyuhyun.

“Aish… Lama sekali kalian berfikirnya…” gerutu Changmin.

“Traktir makan sepuasnya saja….” Ucap Sooyoung.

“Belikan aku kaset game saja…”

Tiffany, Changmin dan Sooyoung menatap cengo Kyuhyun. Yang benar saja, batin mereka. Lucu sekali Kyuhyun, masa minta pajak jadiannya seperti itu.

“Tidak ! Aku traktir kalian saja…” tolak Tiffany.

Kyuhyun hendak protes namun tak jadi saat Sooyoung merangkul lengannya dan tersenyum manis padanya. Akhirnya, dengan sangat terpaksa, Kyuhyun mengikuti kata-kata Sooyoung untuk mentraktir ia dan Sooyoung saja.

Tanpa mereka sadari, dari kejauhan ada seorang wanita cantik yang menatap mereka penuh dengan kebencian. Seorang wanita dengan nama Kwon Yuri. Ya, Siapa lagi orang yang membenci mereka selain Yuri.

“Bersenang-senanglah sekarang… Sebentar lagi, aku akan membuat kalian menderita…”, batin Yuri.

END

CEURIWIS : HUAAA~ MAAF YAH KALO UPDATENYA LAMA BANGET XD WKWK, MAAF JUGA KALO KEPENDEKAN DAN KURANG MEMUASKAN TT__TT SAYA SUDAH BERUSAHA YANG TERBAIK :’)

OH IYA .. MAKSUDNYA AKU “END” ITU BUKAN FANFICTIONNYA SELESAI.. TAPI PART 7’NYA “END”… GITU YAH :’) MAAF BANGET KALO MENGECEWAKAN :” DAN KYUYOUNG MOMENTNYA DIKIT MALAH BANYAKNYA CHANGFANY MOMENT *PUNDUNG* AKU NDAK ADA INSPIRASI LAGI U,U 

OKE… WALAU MENGECAWAKAN.. TETAP, TOLONG TINGGALKAN KOMEN & LIKENYA :” JANGAN JADI SIDER :” JEBAL …


JANGAN LUPA KOMEN DAN LIKENYA 🙂

Advertisements

69 thoughts on “Let Me Love You [Part 7C-END]

  1. Blum tamat y ?
    Dikirain udh
    Ceritanya bagus
    Yuri eonni mau buat rencana apa ?
    Changmin oppa sma fany eonni udh jadian kapan nih pasangan kyuyoung jadian ^^
    Masa kencan aja

  2. Aku penasaran nnt yuri mau ngapain, nnt happy end ato sad end eon? Moga moga aja happy end deh.. Hwaiting eon 🙂

  3. aish…kirain end beneran soal’a masih ngatung cerita’a hehehe lanjut chingu kyu oppa sama soo onnie kapan nih jadian’a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s