Let Me Love You [PART 7B]

Storyline by Park Ah-Rin or Dhe’chan Hamao
Poster by @VANFLAMINKEY91

Title : Let Me Love You
Cast : Cho Kyuhyun “Super Junior”, Choi Sooyoung “SNSD”, Shim Changmin “TVXQ”, Hwang Mi Young -Tiffany- “SNSD”, Kwon Yuri “SNSD”
Support Cast : You can find it by yourself :) 
Genre : Romance
Rating : T
Disclaimer : Cast milik kita bersama. Sooyoung eonnie dan Kyuhyun oppa saling memiliki. Alur cerita/Plot atau hal-hal yang berhubungan dengan fanfiction ini kecuali cast dan poster itu milik saya dan murni imajinasi saya.

~HAPPY READING~
DON’T FORGET TO COMMENT & LIKE !


Author POV

“Aku… Maafkan aku, Kyu… Aku memang mau membuka hatiku tetapi aku juga butuh waktu. Lebih baik sekarang kita berteman dulu,” ucap Sooyoung sembari menatap tepat di kedua bola mata Kyuhyun yang indah. Hati Sooyoung miris sebenarnya melihat luka di kedua bola mata itu. Namun, Kyuhyun tersenyum menutupi luka itu. Membuat Sooyoung merasa bersalah pada Kyuhyun.

“Ya, mungkin kau butuh waktu. Lebih baik sekarang kita berteman dulu,” Kyuhyun melepas genggaman tangannya.

Setetes air mata jatuh ke tanah. Kyuhyun menangis. Melihat hal itu Sooyoungpun langsung berhambur memeluk erat tubuh Kyuhyun. Mengelus punggung Kyuhyun. Berusaha menenangkan Kyuhyun dengan mengatakan, “Bukan berarti aku menolakmu, Kyu… Jebal uljima… Aku hanya belum siap…”

Tiffany dan Changmin yang melihat adegan dramatis antara Kyuhyun dan Sooyoung saat itu hanya bisa tersenyum walau sebenarnya hati mereka bisa merasakan sakit yang dirasakan oleh hati Kyuhyun. Bahkan Tiffany sebenarnya ingin menangis namun genggaman tangan Changmin setidaknya dapat membuat ia menahan air matanya.

Kyuhyun melepaskan pelukan Sooyoung lalu menyeka air matanya. Ia tersenyum ke arah Sooyoung yang menatapnya dengan tatapan –err- bersalah.

“Jangan menatapku dengan tatapan seperti itu,” ucap Kyuhyun dengan ekspresi pura-pura kesal namun berhasil membuat Sooyoung tersenyum.

“Ikutlah denganku. Aku mau mengajakmu ke suatu tempat,” Kyuhyun menggandeng tangan Sooyoung. Ia menarik tangan Sooyoung meninggalkan Changmin dan Tiffany yang masih saja menatap mereka sembari tersenyum.

Namun baru beberapa langkah, Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu berbalik ke arah Tiffany dan Changmin begitu pula Sooyoung. Ia menyeringai lalu berkata,

“Kalian terlihat cocok jika bergandengan tangan seperti itu,”

Kyuhyun mengedipkan sebelah matanya lalu kembali menarik tangan Sooyoung.

Tiffany dan Changmin yang baru menyadari mereka bergandengan tangan-pun segera melepaskannya lalu menunduk malu.

“Ehem, mian. Tadi aku reflek,” ucap Changmin.

“Ne, gwenchana. Lebih baik sekarang aku pergi,”

Tiffany hendak pergi meninggalkan Changmin namun Changmin menahannya dengan cara mencengkram tangan Tiffany.

“Aku lapar. Temani aku makan siang ya,”

Tanpa menunggu persetujuan dari Tiffany, Changmin langsung menggandeng tangan Tiffany dan menariknya.

“Kita mau kemana ?” tanya Sooyoung pada Kyuhyun yang sedang serius menyetir.

Kyuhyun tak menjawab pertanyaan Sooyoung. Ia hanya tersenyum penuh arti dan membuat Sooyoung mendengus kesal karena ini sudah kesekian kalinya Sooyoung bertanya kemana Kyuhyun akan membawanya pergi namun Kyuhyun tak kunjung menjawabnya.

“Daripada kau bertanya terus kita mau kemana. Lebih baik kau membicarakan hal lain saja. Aku tau kau bosan,” kata Kyuhyun dengan mata yang masih serius menatap jalanan.

Sooyoung terlihat berfikir, mencari topik yang pas untuk dibicarakan.

“Hem, kau tau kyuhyun-ah. Kau mirip dengan seseorang di masa laluku,” kata-kata yang tak terduga oleh Kyuhyun di keluar dari mulut Sooyoung.

“Apa maksudmu?” tanya Kyuhyun yang bermaksud agar Sooyoung menceritakannya lebih jelas. Maksudnya agar ia tak salah paham maksud orang di masa lalunya itu adalah dirinya walau dalam hati ia sangat berharap kalau itu dirinya.

“Lupakan,” ucap Sooyoung lirih lalu menatap keluar jendela mobil. Entah disadari oleh Sooyoung atau tidak, Kyuhyun kini sedang memperhatikannya. Wajah Sooyoung yang tadi kesal sekarang menjadi sendu secara tiba-tiba.

Apa itu karena seseorang di masa lalunya? Apa itu aku?, batin Kyuhyun. Namun ia tak terlalu memikirkan hal itu. Hanya saja ia masih berharap bahwa orang itu adalah dirinya karena itu berarti Sooyoung masih mengingatnya. Tunggu, bukankah Sooyoung pernah menggumamkan kalau ia merindukan seseorang bernama Kyunie, jadi besar kemungkinan kalau orang dari masa lalu Sooyoung adalah Kyuhyun.

Kyuhyun sampai di tempat tujuannya. Ia menghentikan mobilnya lalu beralih ke Sooyoung. Ternyata Sooyoung tertidur. Wajahnya yang begitu mempesona ketika tidur membuat Kyuhyun tersenyum tipis.

Yeppeo, masih sama seperti dulu, batin Kyuhyun.

Kyuhyun mengguncang bahu Sooyoung. Bermaksud untuk membangunkannya. Tak lama Sooyoung terjaga, ia mengerjap-ngerjapkan matanya lucu lalu sambil mengucek matanya ia menengok ke Kyuhyun.

“Apa sudah sampai?” tanya Sooyoung.

“Ne, ayo turun,” ajak Kyuhyun lalu turun dari mobilnya. Sooyoungpun ikut turun dari dalam mobil Kyuhyun.

Author POV end

Sooyoung POV

Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling tempat dimana sekarang aku dan Kyuhyun berada. Sepertinya aku tak asing dengan tempat ini. Danau ini, sepertinya aku pernah mengunjunginya dulu.

Aku berjalan ke pinggir danau lalu menengadahkan kepalaku ke atas. Memejamkan mataku, menikmati semilir angin yang berhembus membelai tubuhku dan berusaha menerawang ke masa lalu. Membuka kembali memori-memori yang telah terlewatkan dan sekarang aku ingat tentang danau ini. Aku membuka mataku dan benar, danau ini adalah tempat dimana biasanya seseorang di masa laluku menyendiri ketika ia sedih. Dan danau ini, tempatnya tak jauh dari rumah seseorang di masa laluku. Tapi, kenapa Kyuhyun mengajakku ke sini ?

“Tempat ini, biasanya aku kesini jika aku sedang sedih,”

Aku mendengar suara Kyuhyun dari belakangku. Kesini ketika sedih ? Mengapa bisa sama dengan seseorang di masa laluku itu ?

“Tempat ini menenangkan,” balasku. Ia berjalan menghampiriku dan berdiri tepat disampingku. Kami sama-sama menatap lurus ke danau yang sangat indah ini. Hening, hanya suara gemersak-gemersak dedaunan yang tertiup angin yang terdengar.

“Bolehkah aku meminta sesuatu padamu,” ucap Kyuhyun tiba-tiba, membuyarkan keheningan di antara kita.

“Apa ?” tanyaku.

“Ceritakan tentang seseorang di masa lalumu itu,”

Aku terkesiap mendengar permintaannya. Untuk apa ia meminta aku untuk menceritakan hal itu ?, batinku. Namun apa salahnya kan aku cerita dengannya, bukankah sekarang kita sudah berteman. Ya, mungkin bukan hal yang buruk jika aku bercerita dengannya tentang seseorang dari masa laluku itu.

“Baiklah akan kuceritakan,” ucapku. Ia hanya diam tak menanggapi, matanya masih menatap lurus ke depan. Akupun menarik nafas panjang sebelum memulai ceritaku.

“Seseorang dari masa laluku itu temanku saat di sekolah dasar. Seorang namja yang culun tapi ia tampan. Seseorang yang sering di bully oleh teman-temannya namun karena ia selalu di bully itulah ia menjadi dekat denganku,”

Aku merasa di perhatikan dan akupun menengok ke Kyuhyun. Benar, ternyata ia sedang memperhatikanku. Entah aku yang salah lihat atau bagaimana yang pasti tadi aku melihat wajahnya kaget namun ketika aku menatapnya wajahnya kembali berubah datar.

“Teruskan,” ucapnya lirih.

“Hnn, aku menggapnya sebagai sahabatku namun lambat laun aku merasakan hal aneh ketika berada di dekatnya. Aku merasakan jantungku akan berdebar-debar, wajahku akan memerah ketika ia memujiku dan hal lain yang kusadari aku jatuh cinta padanya. Namun, suatu hari aku harus berpisah dengannya karena keluargaku yang pindah ke Jepang, sejak aku pindah itu aku tak tau kabarnya,”

“Lalu, apa kau masih mencintainya?”

“Entahlah, hanya saja, sampai sekarang aku masih belum bisa melupakannya dan aku masih berharap bisa bertemu dengannya,”

“Begitukah,” gumam Kyuhyun dengan suara yang sangat lirih namun masih bisa terdengar olehku. Aku kembali menengok ke arahnya yang ternyata sedang tertunduk sedih. Kenapa ia terlihat sedih seperti itu ? Apa aku salah ngomong ?

“Wae?”

“Aniyo, boleh aku tau siapa nama orang di masa lalumu itu ?”

“Namanya…” aku menggantungkan kata-kataku.  Kyuhyun diam dan hanya menatapku datar namun aku membaca lewat matanya bahwa ia seperti sedang berharap sekarang.

“Cho Kyuhyun…” lanjutku.

Sooyoung POV end

Kyuhyun POV

“Aniyo, boleh aku tau siapa naman orang di masa lalumu itu ?” tanyaku.

“Namanya…” Ia menggantungkan kata-katanya. Aku hanya menatapnya datar, bermaksud untuk menutupi rasa berharapku walau aku yakin orang itu adalah…

“Cho Kyuyun…”

Aku, orang itu adalah aku. Aku sudah mengetahuinya sejak awal ia bercerita. Semua yang ia ceritakan padaku itu tentang diriku. Saat aku masih berada di sekolah dasar. Saat aku masih menjadi sahabatnya dan saat ia belum pergi meninggalkanku sendiri lagi.

Tes, aku merasakan hangat di pipiku. Apa aku menangis ? Oh Tuhan… Bagaimana bisa aku menangis ? Apa karena Sooyoung ternyata masih mengingatku ? Atau air mata ini menetes karena mendengar Sooyoung yang tak tau akan perasaannya padaku padahal aku masih sangat mencintainya ? Aku tak tau pasti. Aku menghapus air mataku. Aigo, kenapa aku begitu cengeng hari ini.

“Kyu, gwenchana ?” tanya Sooyoung padaku dengan wajah khawatir. Aku berusaha tersenyum –senyuman getir- dan menggumam, “gwenchana…”

“Aku lapar soo, lebih baik kita makan dulu, bukankah kita belum makan siang ?” ajakku padanya. Ia mengangguk. Aku dan Sooyoung-pun pergi dari danau itu.

Kyuhyun POV end

Tiffany POV

“Aigo, kenapa makanmu banyak sekali ?” tanyaku sambil menatap horror makanan-makanan yang dipesan oleh Changmin Oppa. Bagaimana tidak menatapnya horror ? Sekarang ini di meja tersedia sekitar sepuluh macam makanan yang semuanya dipesan oleh Changmin Oppa. Pizza, Fettucini, Pasta, Lazagna dan makanan Italia lainnya.

“Daripada memandang makanannya seperti itu lebih baik kau makan saja,” ucapnya dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“Baiklah,” balasku dengan nada pasrah lalu mengambil satu potong Pizza.

Aku mengunyah makananku perlahan sembari menatap Changmin Oppa. Omo, dia sangat tampan ketika makan seperti ini. Wajahnya sangat lucu. Aku terkikik sendiri melihatnya.

“Waeyo? Kenapa tertawa?” tanyanya bingung yang hanya kubalas dengan gelengan kepala. Dia mengangguk dan kembali meneruskan acara makannya.

Jika kalian bertanya mengapa aku memuji Changmin Oppa seperti tadi ? Maka aku akan menjawab, aku menyukainya. Entah sejak kapan perasaan ini muncul, yang pasti aku menyukainya. Wajahnya yang sangat tampan dan sifatnya yang ramah juga baik membuatku jatuh hati padanya.

“Ehem, aku tau aku tampan, tapi tak usah melihatku terus seperti itu,”

Oh no! Aku tertangkap basah memperhatikannya. Aku menundukkan kepalaku malu, aku yakin sekarang wajahku sudah semerah tomat.

“Hahahaha… Wajahmu lucu sekali Fany-ah,” Changmin Oppa menertawakanku. Aku mempoutkan bibirku kesal.

“Ish, tak lucu,” gerutuku.

“Aigo, neomu kyeopta,” ucapnya dan mengacak rambutku gemas. Aku kembali menundukkan kepalaku. Aish, aku benar-benar seperti yeoja yang jatuh cinta. Eh? Bukankah aku memang yeoja yang sedang jatuh cinta. Ah, bahkan sekarang ngomongku ngelantur.

“Oppa…” panggilku padanya yang kini kembali meneruskan acara makannya.

“Wae ?”

“Apa kau sudah punya pacar ?” tanyaku pada Changmin Oppa. Ia menatapku dengan tatapan aneh. Bodohnya aku kenapa tanya seperti itu, pasti sekarang ia curiga padaku.

“Belum,”

“Berarti masih ada kesempatan untukku,” gumamku namun sepertinya Changmin Oppa mendengarnya karena ia bertanya padaku “Kesempatan apa?”, aku hanya menggeleng cepat sebagai jawabannya.

Kuhela nafasku bosan entah untuk yang keberapa kali. Sekarang aku sedang duduk di halte karen tadi Changmin Oppa tiba-tiba ada urusan. Huh, menyebalkan, aku jadi tak bisa pulang bersamanya. Tapi, ya tak masalah sih, yang penting tadi ia sudah mengajakku makan.

Kugoyangkan kakiku sambil memperhatikan orang yang berlalu lalang di jalananku. Aku juga memperhatikan toko-toko dan café-café yang berada di seberang jalan. Sangat ramai toko-toko dan café-café itu. Kota Seoul memang tak pernah sepi. Apalagi besok adalah hari Minggu, pastilah sore ini sangat ramai. Pandanganku kini jatuh pada salah satu café, ada yang menarik perhatianku dari café itu. Dua orang yang duduk berhadapan. Satu yeoja dan satunya namja. Sepertinya aku mengenal mereka berdua. Kutajamkan penglihatanku dan tidak salah, mereka adalah Changmin Oppa dan Yuri –teman satu jurusan kuliahku-.

Jadi, tadi Changmin Oppa pergi meninggalkanku karena ingin bertemu denganYuri. Untuk apa mereka bertemu ? Apakah mereka berpacaran ? Tapi, sepertinya tidak. Bukankah tadi Changmin Oppa mengatakan kalau ia tak punya pacar ? Lalu untuk apa mereka bertemu.

Aku yang penasaranpun akhirnya memutuskan untuk ke café itu, aku masuk ke dalam café lalu duduk tepat di belakang Changmin Oppa. Agar tak ketahuan juga aku memakai topi baseball yang kebetulan kubawa. Entah mengapa aku curiga dengan dua orang ini.

“Jadi kau mau membatalkan perjanjian ?”

Aku bisa mendengar suara Yuri yang setengah membentak itu. Perjanjian ? Perjanjian apa ? Mereka berdua benar-benar mencurigakan.

“Iya, aku sudah merelakan Sooyoung, lagipula tadi aku sudah menyatakan cinta dengannya terus aku mengatakan kalau aku tak butuh balasan cintanya,”

Mwo? Menyatakan cinta pada Sooyoung ? Bukankah tadi yang menyatakan cinta pada Sooyoung itu Kyuhyun ? Jadi, Changmin Oppa cinta sama Sooyoung. Setetes air mata jatuh ke pipiku. Aku menangis, sakit sekali rasanya hatiku mendengar penuturan Changmin Oppa. Walau ia sudah merelakan Sooyoung namun hatiku masih saja sakit menerima kenyataan, yang dicintai Changmin Oppa itu Sooyoung bukan aku. Aku hendak keluar dari café namun aku masih penasaran tentang perjanjian Yuri dan Changmin Oppa. Biarlah, aku melupakan tentang perasaanku dulu.

“Namja bodoh, merelakan begitu saja orang yang dicintai, benar-benar bodoh kau Shim Changmin. Terserah kau mau membatalkan perjanjian kita atau bagaimana. Tapi, aku akan tetap berusaha menghancurkan Sooyoung dan membuat Kyuhyun jatuh ke pelukanku, sekalipun nanti aku akan membunuh Sooyoung, aku akan melakukannya,”

Menghancurkan Sooyoung ? Jadi selama ini Yuri berusaha menghancukan Sooyoung karena Kyuhyun ? Gila, benar-benar gila. Aku tak menyangka bahkan Changmin Oppa mau membantunya. Ya Tuhan… Mengapa ini begitu rumit ?

Aku melihat Yuri keluar dari café namun Changmin Oppa masih tetap pada tempatnya. Duduk tepat di belakangku. Aku beranjak dari tempat dudukku dengan kasar lalu menghampiri Changmin Oppa.

“Aku tak menyangka kalau kau orang jahat Oppa,” ucapku sinis dan menyilakan kedua tanganku di depan dada. Changmin Oppa menatapku kaget dan hanya kubalas dengan senyuman sinis.

“Fany, sejak kapan kau disini ?”

“Entahlah, yang pasti aku mendengar percakapanmu dengan Yuri. Cish, aku benar-benar tak menyangka kau orang jahat yang mau membantu Iblis seperti Yuri, bahkan kau membantunya untuk menghancurkan Sooyoung,”

“Tidak, bukan seperti itu Fany. Aku sama sekali tak berniat menghancurkan Sooyoung,”

“Bohong ! Jelas-jelas tadi Yuri mengatakannya dan bahkan ia akan membunuh Sooyoung,” bentakku kepadanya yang kini berdiri di depanku. Aku tak peduli dimana sekarang aku berada, aku tak peduli dengan orang-orang yang menatapku aneh. Aku hanya merasa marah dengan Changmin Oppa.

“Bukan seperti itu Tiffany, aku bisa menjelaskannya padamu,” ucapnya sembari memegang kedua tanganku namun aku langsung menepisnya. “Aku tak perlu penjelasanmu, sudah cukup, jauhi aku dan juga Sooyoung,” aku langsung keluar dari dalam café setelah itu. Entah sejak kapan, air mata kembali mengalir di pipiku. Aku terus berlari menjauhi café itu dan berlari sekencang mungkin agar Changmin Oppa tak berhasil mengejarku.

Bruk, tiba-tiba aku menabrak seseorang. Membuat aku dan orang tersebut tersungkur ke aspal. Aku langsung bangun dan membungkuk pada orang tersebut.

“Jeosonghamnida, aku benar-benar tak sengaja,” ucapku masih menunduk.

“Tiffany ?” Aku mengangkat kepalaku saat mendengar suara yang sangat tak asing di telingaku. Sooyoung dan Kyuhyun kini berada di hadapanku. Jadi, tadi aku menabrak Sooyoung.

“Sooyoung-ah…” Aku berhambur memeluk tubuhnnya dan menangis di dalam pelukannya. Mencoba memberitahu Sooyoung kalau aku sedang sakit hati sekarang.

“Wae Fany-ah ?” tanya Sooyoung sembari mengelus rambutku.

Aku tak menjawabnya, aku tak sanggup untuk mengatakannya sekarang. Aku hanya bisa menangis.

“Lebih baik kita pergi, semua orang memperhatikan kita sekarang,” ucap Kyuhyun yang dibalas sebuah anggukan oleh Sooyoung. “Kajja Fany-ah, kita bicarakan ini nanti,” ajak Sooyoung. Aku melepaskan pelukanku dan Sooyoung merangkulku sampai ke mobil Kyuhyun.

Tiffany POV end

Sooyoung POV

Aku sedang berada di mobil Kyuhyun sekarang. Aku dan Kyuhyun hendak pergi ke rumah Tiffany, kami hanya merasa khawatir dengan Tiffany. Setelah menangis di jalan kemarin, di dalam mobil saat hendak mengantarnya pulang, Tiffany sama sekali tidak menceritakan tentang mengapa ia menangis. Bahkan ketika aku bertanya, ia juga tak menjawab. Selain itu tadi malam juga saat aku menelponnya, nomernya tak aktif. Ia juga tak membalas pesan-pesanku, jelas saja aku sangat khawatir padanya.

“Tenanglah Soo. Aku yakin Tiffany baik-baik saja,” ucap Kyuhyun dan menggenggam tanganku. Aku hanya tersenyum. Rasa hangat dan tenang langsung menjalar ke seluruh tubuhku. Genggaman ini, aku sangat merindukan genggaman ini. Rasanya seperti kyunie’ku yang menggenggamnya.

Tak lama akhirnya mobil Kyuhyun sampai di pekarangan rumah Tiffany. Tanpa perlu meminta izin pada satpam karena satpam itu sudah hafal denganku, aku dan Kyuhyun langsung masuk ke dalam rumahnya. Sepi, yang kulihat hanya beberapa pelayan yang sesekali menunduk hormat padaku dan Kyuhyun. Kedua orang tua Tiffany pasti sedang keluar negeri dan kakak juga adik Tiffany pasti juga sedang pergi.

Aku langsung mengajak Kyuhyun ke kamar Tiffany. Setelah aku dan Kyuhyun turun dari mobil, Kyuhyun masih tetap mengganggam tanganku. Sungguh, aku sangat nyaman ketika ia seperti ini.

“Tiffany tak ada,” ucapku ketika masuk ke kamar Tiffany namun tak menemukan sosoknya.

“Eonnie, Tiffany kemana ?” tanyaku pada salah satu pelayan di rumah Tiffany.

“Di taman belakang, nona Tiffany sedang bersama seorang namja yang tak pernah saya lihat, sepertinya namjachingu nona Tiffany,” jawab pelayan itu.

Namjachingu? Sejak kapan Tiffany punya namjachingu? Aku langsung menarik Kyuhyun ke taman belakang setelah mengucapkan gomawo pada pelayan itu. Aku melihat Tiffany sedang duduk dengan seseorang, sepertinya aku mengenal namja itu. Aku mendekat dan ternyata… Omo, Changmin Oppa ? Untuk apa ia kesini ? Dan ia sedang merangkul Tiffany bahkan Tiffany menaruh kepalanya di pundak Changmin Oppa ? Omo, omo…. Lebih baik aku tak mengganggu mereka kalau begitu.

“Sejak kapan mereka berpacaran ?” tanya Kyuhyun bingung.

“Entahlah, lebih baik kita pergi saja,” jawabku.

“Oke, kajja… Bagaimana kalau kita berkencan ?”

“Mwo ? Berkencan ?” Tanyaku kaget.

“Ne… Kajja,” Ia langsung menarik tanganku tanpa persetujuanku dariku.

TBC

Advertisements

8 thoughts on “Let Me Love You [PART 7B]

  1. Pingback: Let Me Love You [PART 7C-END] | KnightsFanfics

  2. Huaaa tiffany eonni sma changmin oppa udh baikan ?
    Yuri eonni jahat banget sih T,T masa mau bunuh soo eonni T,T
    Soo eonni masih belum tau kalau kyuhyun itu temen kecilnya yang dia sukain. Ceritanya seru aku suka n,n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s