Let Me Love You [PART 6]

Storyline by Park Ah-Rin or Dhe’chan Hamao
Poster by MissFishyJazz

Title : Let Me Love You
Cast : Cho Kyuhyun “Super Junior”, Choi Sooyoung “SNSD”, Shim Changmin “TVXQ”, Hwang Mi Young -Tiffany- “SNSD”, Kwon Yuri “SNSD”
Support Cast : You can find it by yourself :) 
Genre : Romance
Rating : T
Disclaimer : Cast milik kita bersama. Sooyoung eonnie dan Kyuhyun oppa saling memiliki. Alur cerita/Plot atau hal-hal yang berhubungan dengan fanfiction ini kecuali cast dan poster itu milik saya dan murni imajinasi saya.

~HAPPY READING~
DON’T FORGET TO COMMENT & LIKE !


“ sekarang katakan padaku siapa kau sebenarnya… apakah kau –“

“ ya.. aku memang kembarannya…”, aku memotong kata-kata tiffany. Seakan mengerti tentang apa yang akan dikatakan tiffany selanjutnya.

“ aku adalah kembaran dari cho siwon….”

Tiffany mengehela nafas mendengar perkataan kyuhyun. Ternyata benar dugaannya. Kyuhyun adalah kembaran siwon. Namun masih ada berbagai pertanyaan yang belum terjawab di otak tiffany, seperti.

“kalau kau kembaran siwon…. kenapa aku tak pernah melihatmu  dan sooyoung juga tak mengenalmu ?”

“bolehkah aku menceritakannya secara rinci ?”, kyuhyun malah menjawab pertanyaan tiffany dengan sebuah pertanyaan lagi. “apa maksudmu ?”, tanya tiffany bingung.

“kau tinggal mendengarkannya saja….”, tiffany mengangguk mendengar perkataan kyuhyun.

Kyuhyun mengehela nafas sebelum akhirnya ia memulai ceritanya. “ Aku dan siwon hyung memang kembar.. kami kembar indentik (kembar yang wajahnya sama persis).. tapi dari kecil kami hidup terpisah….”, tiffany mengernyitkan dahinya bingung mendengarkan cerita kyuhyun. Lalu kyuhyunpun melanjutkan.

“adik dari ayahku atau lebih tepatnya pamanku…. ia dan istrinya tak pernah bisa mempunyai anak… bahkan ketika umur perkawinan mereka sudah sepuluh tahun… jadi saat aku dan siwon hyung lahir… pamanku dan istrinya meminta kepada kedua orang tuaku untuk merawatku atau lebih tepatnya mengangkatku sebagai anak mereka….”, kini tiffany mengangguk mengerti dengan maksud kyuhyun hidup terpisah.

“walau begitu… keluarga pamanku juga tetap mengatakan yang sebenarnya padaku… tentang keluarga asliku… dan mereka tak memutuskan hubungan diantara aku dan keluarga asliku…. jadi itu yang membuatmu tak pernah melihatku… karena aku juga yang tinggal dengan keluarga angkatku…. selain itu juga saat SMA aku bersekolah di jepang…”, kyuhyun mengakhiri ceritanya dengan sebuah helaan nafas lagi. Pertanyaan pertama tiffany sudah terjawabkan namun masih ada pertanyaan lain di otaknya.

“apakah siwon adalah alasanmu untuk mendekati sooyoung ? “, kyuhyun menatap lurus tepat di mata tiffany. Kyuhyun tau bahwa masih banyak pertanyaan di otak tiffany. Namun sepertnya ia sudah merasa cukup menceritakan hal tadi pada tiffany.

“maaf.. tentang hal itu aku tak bisa menceritakan…. namun suatu saat nanti kau akan tau….”

Tiffany mendengus mendengar jawaban kyuhyun. Walau begitu ia sadar bahwa ia tak boleh memaksa kyuhyun untuk menceritakan hal pribadinya dan pada akhirnya tiffany hanya bisa mengangguk pasrah.

Merekapun terjerumus dalam suasana hening. Tenggelam dalam pikiran masing-masing dalam waktu beberapa menit sampai kyuhyun akhirnya bersuara.

“tiffany… bisakah kau membantuku ?”

Tiffany yang sedang meminum ice cappucinonya menaruh gelas ice cappucinonya ke atas meja lalu menatap kyuhyun dan bertanya.

“membantu apa ?”

“bantu aku mendekati sooyoung…”, jawab kyuhyun datar. Tiffany menatap kyuhyun ragu. Namun ia bisa merasakan suatu perasaan penuh harap dari kyuhyun.

“aku mohon…”, kyuhyun akhirnya memohon pada tiffany dan tiffanypun mengangguk.

“gomawo tiffany…”, kata kyuhyun.

Tanpa kyuhyun maupun tiffany sadari. Sedaritadi ada seorang namja yang tengah menguping pembicaraan mereka. Seorang namja yang daritadi mengikuti mereka dengan wajah yang tertutupi oleh topi baseballnya.

Namja itu terlihat kaget saat kyuhyun mengatakan bahwa ia adalah kembaran dari siwon yang merupakan pacar sooyoung. Namun pada akhirnya ia menyeringai karena kini ia tau siapa kyuhyun sebenarnya.

Sooyoung POV

Aku baru saja pulang dari jawdal mata kuliahku. Kali ini aku pulang sendiri. Tiffany entah tanpa alasan ia pergi begitu saja. Selain itu juga kyuhyun yang biasanya menawarkanku pulang bersama juga tak terlihat. Eh, tadi aku membicarakan tentang kyuhyun ? aigo… sepertinya otakku error sampai membicarakan namja itu.

Jderr, aku mendengar suara petir menyambar. Kutatap langit-langit yang berwarna abu-abu itu. Sepertinya hujan sebentar lagi akan turun. Aku semakin mempercepat langkah kakiku menuju ke halte bus.

Tes tes tes, rintik-rintik hujan juga mulai berjatuhan. Kini aku bukan hanya mempercepat langkahku melainkan sudah berlari. Namun sepertinya aku tak mampu menjangkau halte bus yang jauh itu.

Bresss, akhirnya hujan pun turun dan benar saja aku belum sampai di halte sekarang. Aku terus berlari sambil hujan-hujanan. Seluruh baju yang kukenakan basah begitu juga tas selempang yang aku bawa.

Aku kembali mendengar petir menyambar. Karena aku yang begitu takut dengan suara petir akupun memutuskan untuk berteduh di depan salah satu toko yang sudah tutup walau sebenarnya halte bus itu sudah sangat dekat.

Walau aku sudah berteduh percikan-percikan air hujan tetap mengenai tubuhku. Udara dingin juga menerpa tubuhku. Membuatku memeluk tubuhku sendiri. Bibirku mulai berubah pucat dan badanku juga bergetar karena udara yang sangat dingin ini. Sesekali aku menggosok kedua telapak tanganku untuk meminimilasir rasa dingin yang menerpa tubuhku. Kebulan-kebulan asap juga keluar dari mulutku saat aku menghembuskan nafas.

Tiba-tiba kurasakan tubuhku mengahangat. Aku merasa seseorang merangkul tubuhku. Aku menengokkan kepalaku dan betapa kagetnya aku ketika melihat siapa seseorang yang merangkulku dengan sebuah jaket yang ia samatkan di tubuhku. Cho Kyuhyun orang tersebut. Wajahnya yang tepat berada di depan wajahku membuatku menjadi diam mematung. Darah di dalam tubuhku seakan berhenti mengalir dan lagi senyuman yang terlukis di wajahnya membuat aku merasakan jantungku yang berdetak halus.

“ayo aku antar kau pulang daripada kau kedinginan disini….”, suaranya membuatku tersadar dan kembali menjadi biasa yaitu diriku yang dingin.

“tidak perlu…”, aku melepaskan tangannya dari bahuku namun ia malah semakin erat merangkulku. Aku mendelik ke arahnya tetapi ia tersenyum hangat padaku.

“mulai detik ini aku tak menerima penolakan darimu…”, katanya dan menarikku dengan cepat menuju mobilnya. Aku tak tau apa yang membuatku tak berontak dan kini duduk di samping kursi kemudi mobilnya.

Kulihat kyuhyun juga masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi dengan tubuh yang basah kuyup sepertiku. Ia menggosok kedua telapak tangannya sembari meniupnya. Dan mulai menyalakan mobil lalu melajukan mobilnya di jalanan seoul yang sepi ini. Mungkin karena hujan jadi orang-orang menghentikan aktifitasnya sementara.

Aku menatap keluar jendela mobil kyuhyun. Aku menghembuskan nafasku dan kebulan-kebulan asap kembali keluar dari mulutku. Kusandarkan kepalaku ke jendela mobil ini. Memejamkan mataku menikmati hangat mobil ini. Kyuhyun menyalakan penghangat di mobilnya dan itu sangat cukup untuk menghangatkan tubuhku.

Suasana hangat di mobil ini membuatku merasa mengantuk. Lagipula rumahku masih jauh dari daerah ini dan tidak ada salahnya jika aku tidur terlebih dahulu.

Sooyoung POV end

Kyuhyun POV

Aku kembali melirik sooyoung yang berada di sebelah kursi kemudiku. Entah untuk yang keberapa kali aku melirik dirinya. Dan ternyata kini ia sudah terlelap. Tanpa terasa sebuah senyuman mengembang di bibirku. Wajahnya yang begitu mempesona saat tidur membuatku tak tahan untuk tidak tersenyum.

Kuulurkan tangan kiriku dan membiarkan tangan kananku untuk mengambil alih kemudi. Kubelai rambut panjang sooyoung yang basah. Cukup lama aku melakukan tersebut. Namun hal tersebut harus kuhentikan saat aku mulai merasa sooyoung terjaga dari tidurnya. Aku kembali membenarkan posisiku seperti semula yaitu menatap serius ke arah jalanan dengan kedua tangan yang berada di setir mobil.

“aigo…”, kulirik sooyoung yang ternyata sedang menggeliat. Meregangkan otot-otot tubuhnya setelah bangun tidur.

“ini bukan jalan menuju kerumahku.. kau mau membawaku kemana ?”, tanyanya padaku dengan intonasi nada yang sedikit aneh. Karena baru bangun dari tidur singkatnya mungkin.

“aku mau mengajakmu ke restoran untuk makan… aku tau kau pasti lapar…”, jawabku.

“aku tak lapar… lebih baik langsung pulang…”, katanya padaku.

Kruyuk, aku mendengar suara aneh di telingaku. Aku menengok ke arah sooyoung yang sedang memegangi perutnya. Aku terkekeh kecil saat tau bahwa itu suara perutnya yang lapar.

“tak usah memohongiku… suara perutmu sudah membuktikan bahwa sekarang kau lapar…”

“tapi—“

“sudah kubilang bahwa aku tak menerima penolakan dari seorang choi sooyoung dari sekarang dan lagi restorannya juga sudah di depan mata…”, aku memotong kata-katanya. Bisa kudengar ia mendengus kesal. Namun aku hanya bisa tersenyum lalu memarkirkan mobilku di tempat parkir restoran tersebut.

Aku keluar dari mobilku. Namun sooyoung masih tak keluar dari dalam mobilku. Aku membuka sisi pintu mobilku yang lain,tempat dimana sooyoung duduk. Kulihat ia masih diam di tempatnya dengan kedua tangan yang dilipat di depan dada. Dan jangan lupakan wajah dinginnya.

“ayo keluar…”, ajakku padanya. Namun ia masih saja diam. Akupun akhirnya menarik tangannya secara paksa untuk keluar dari dalam mobil. Sooyoung meronta lalu berkata.

“kenapa kau selalu memaksaku ?”

“sudahlah… daripada terus menghabiskan tenaga dengan menolak lebih baik sekarang kita masuk lalu makan…”, kataku dan lagi-lagi menarik tangannya. Kurasakan sooyoung memberontak namun aku semakin erat menggenggam tangannya dan ketika sudah sampai di dalam restoran. Aku langsung mendudukkan dirinya di salah satu kursi yang berada di pojok restoran. Diikuti denganku yang ikut mendudukkan diri di depannya.

“silahkan mau pesan apa tuan ?”, seorang pelayan menghampiri kami dan memberikan sebuah buku daftar makanan. Tanpa perlu membuka buku itu aku menjawab.

“fettuchini dan bubble tea… kau mau apa soo ?”, tanyaku pada sooyoung.

“hemm…”, aku tertawa dalam hati ketika melihat sooyoung sedang memilih-milih makanan yang ia inginkan. Daritadi nolak buat makan padahal laper. Sifat gengsinya tak pernah berubah ternyata.

“ah… spaghetti jamur tiram dan minumnya ice lemon tea….”, katanya pada si pelayan. Pelayan itu mengangguk dan mencatat pesanan sooyoung. Pelayan itu membacakan kembali pesanan kami dan berlalu dari hadapan kami.

Kulihat sooyoung kembali kedinginan. Ia menggosok kedua telapak tangannya dan kebul-kebul asap juga keluar dari mulutnya. Padahal restoran ini sudah menyalakan penghangat ruangan. Mungkin karena bajunya yang basah jadi ia kedinginan.

Kini aku memperhatikan keluar jendela. Hujan sudah berhenti dan jalanan juga ramai seperti biasa. Aku mengarahkan mataku ke jejeran toko yang berada di seberang restoran ini. Sampai akhirnya aku tersenyum saat melihat salah satu toko pakaian.

“soo.. tunggu disini dulu ya.. aku mau pergi sebentar…”, kataku pada sooyoung yang sedaritadi hanya diam. Tanpa menuggu responnya akupun segera melangkahkan kakiku ke toko pakaian tersebut.

Kyuhyun POV end

Sooyoung POV

Aku melihat kyuhyun yang keluar dari restoran ini. Aku terus memperhatikannya dan aku mengernyitkan dahi bingung ketika ia memasuki salah satu toko pakaian yang berada di seberang restoran ini. Apa yang ia lakukan disitu ?

Beberapa menit berlalu sampai akhirnya kyuhyun keluar dari dalam toko pakaian itu. Tunggu ! ia berganti pakaian. Oh, jadi ia mau membeli pakaian.

Kini kyuhyun sudah kembali duduk di depanku. Kulihat ia memakai sebuah kaos lengan panjang berwarna putih dengan lengan berwarna biru dan juga ia bahkan berganti celana jeans. Tadi ia menggunakan celana jeans berwarna hitam sekarang berganti jadi biru.

“ini untukmu…”, suaranya membuatku berhenti untuk memperhatikannya. “cepat ganti pakaianmu daripada kau sakit…”, ia menyodorkanku sebuah paper bag. Aku menatapnya dengan ragu sampai akhirya aku menerima paper bag itu. Ya, daripada besok seharian bergelung di bawah selimut lebih baik kuterima saja pemberiannya.

Aku berjalan menuju ke kamar mandi lalu segera mengganti pakaianku. Ia membelikanku sebuah kaos lengan panjang dan hot pans. Aigo… kenapa harus hotpants ? kenapa nggak celana panjang aja sih ? tapi yasudahlah lebih baik pakai saja.

Setelah berganti pakaian aku segera kembali ke meja makan dan ternyata makanan pesananku sudah datang. Aku menghela nafas sejenak dan berjalan ke arah meja makan. Aku merasakan tatapan aneh dari kyuhyun saat aku hendak duduk.

“ada apa menatapku seperti itu ?”, tanyaku karena risih dengan tatapannya. Ia menggaruk tengkuknya dengan gugup lalu menggeleng cepat. Aku mengangkat bahuku tak peduli lalu mulai memakan makananku.

Sooyoung POV end

Author POV

Keheningan menguasai mereka. Hanya suara sendok dan garpu yang saling beradu serta alunan musik restoran yang terdengar di telinga mereka.

Disaat mereka sedang menikmati makanan mereka masing-masing. Seseorang yang menyapa mereka berdua membuat mereka harus menghentikan sejenak acara makan mereka.

“sooyoung… kyuhyun….”

Sooyoung dan kyuhyun menoleh ke asal suara dan didapati oleh mereka berdua seorang yeoja pemilik eye smile tengah berdiri di depan meja mereka. Ya siapa lagi yeoja yang memiliki eye smile selain tiffany.

“kalian berdua sedang apa disini ?”, tanya tiffany. “apakah kalian berkencan ?”, lanjutnya dan kini menatap sooyoung dan kyuhyun dengan tatapan penuh selidik.

“aniyo… kami tidak berkencan…”, jawab sooyoung dengan cepat.

“benarkah ? lalu kenapa kalian memakai kaos couple ?”, mendengar pertanyaan tiffany kali ini. Sooyoung langsung melihat kaos yang dipakai olehnya dan sekarang ia baru sadar bahwa kaos yang ia gunakan sama seperti kaos yang kyuhyun gunakan.

“ah… itu tadi kami kehujanan… jadi aku beli kaos dan kebetulan kaos couple lagi diskon jadi aku beli saja…”, jawab kyuhyun setelah mendapat tatapan aneh dari sooyoung.

“benarkah ?”, tanya tiffany tak yakin dengan nada menggoda.

“iya… sudahlah fany.. kau jangan salah paham…”, jawab sooyoung yang terlihat mulai kesal. Akhirnya tiffany hanya mengangguk pasrah. Karena tiffany yang sedang buru-buru, iapun segera pamit kepada sooyoung dan kyuhyun.

“soo.. kyu… aku duluan ya.. udah ditunggu…”, kyuhyun mengangguk dan sooyoung hanya tersenyum pada tiffany.

“annyeong… selamat menikmati kencan kalian…”, tiffany melambaikan tangan dan bergegas pergi ketika sooyoung berteriak.

“Ya! Awas kau fany.. kami tidak berkencan tau…”

Setelah itu sooyoung langsung menatap kyuhyun dengan tatapan ~tolong jelaskan padaku apa maksud kaos couple ini~. Kyuhyun yang ditatap seperti itu malah memasang wajah watadosnya.

“kenapa kau membeli kaos couple ? tiffany jadi salah paham kan jadinya….”

“kan aku sudah bilang bahwa kaos itu diskon jadi aku beli saja daripada beli yang mahal….”, kyuhyun beralasan dengan wajah gugup. Takut ketauan sooyoung kalau sebenarnya ia sengaja membeli kaos couple.

“sudahlah… tak usah dipermasalahkan… lebih baik sekarang kita pulang… “, kata kyuhyun lalu berjalan ke meja kasir.

Pagi ini kyuhyun tak menjemput sooyoung seperti biasa. Hari ini jadwal mata kuliahnya berbeda. Ia mendapat jadwal mata kuliah siang. Jadi ia tak menjemput sooyoung.

Kini kyuhyun sedang berjalan menyusuri gedung fakultas pendidikan di SonElf university. Para mahasiswi yang berpapasan dengannya terlihat terpesona akan ketampanan seorang Cho Kyuhyun. Bahkan ada beberapa yang memanggil kyuhyun atau menyapa kyuhyun namun ia hanya membalasnya dengan sebuah senyuman yang  membuat mahasiswi-mahasiswi itu histeris.

Saat kyuhyun hendak masuk ke dalam kelasnya. Kyuhyun malah menghentikan langkahnya dan memundurkan badannya. Ia tersenyum senang saat melihat sooyoung yang sedang duduk sendiri di slaha satu bangku dekat kelasnya.

“annyeong soo…”, sapa kyuhyun pada sooyoung. Sooyoung mengangkat kepalanya lalu tersenyum pada kyuhyun. Tak seperti biasanya kali ini ia tak menyambut kyuhyun dengan wajah dingin, judes atau datarnya melainkan dengan sebuah senyuman. Dan itu pastinya membuat kyuhyun sangat senang.

Kyuhyunpun duduk di samping sooyoung.

“kau sedang apa ?”, tanya kyuhyun berbasa-basi pada sooyoung. “membaca…”, jawab sooyoung singkat.

Kyuhyun mengangguk mengerti dan bertanya lagi.

“oh iya.. tadi pagi kau berangkat sama siapa ?”

Sooyoung menengok ke arah kyuhyun. Ia menatap kyuhyun aneh dan itu membuat kyuhyun bingung.

“apa urusanmu ?”, tanya sooyoung pada akhirnya.

“aku hanya tanya.. biasanya kan aku menjemputmu… walau akhirnya ditolak…”, kyuhyun membuat-buat muka sok sedih di akhir kalimat lalu melanjutkan. “jadi aku ingin tau kau berangkat dengan siapa…”

“aigo… changmin oppa..”, kata sooyoung. Kyuhyun terlihat tidak suka dengan nama itu kentara sekali dengan perubahan mimik wajahnya.

“waeyo ?”, tanya sooyoung pada kyuhyun disaat ia melihat perubahan mimik wajah kyuhyun.

Kyuhyun menatap lurus ke mata sooyoung. “dia pacarmu ?”, tanya kyuhyun dengan suara yang menusuk.

Sooyoung terkekeh kecil mendengar pertanyaan kyuhyun. “bukan.. dia hanya aku anggap seperti kakakku….”, jawab sooyoung. Namun sepertinya kyuhyun masih tak percaya dengan jawaban sooyoung.

“benarkah ?”

“iya benar…. kenapa sih emangnya ?”

“tidak apa-apa…. hehe…”, kini wajah kyuhyun kembali seperti semula yaitu senang karena mendengar jawaban dari sooyoung. Sooyoung malah menatap kyuhyun aneh. Dasar aneh!, sooyoung membatin.

“hemm.. soo, aku ke kelas dulu ya… dosenku sudah datang…”, kata kyuhyun pada sooyoung. Sooyoung mengangguk singkat pada kyuhyun.

“annyeong…”, dengan langkah lebar kyuhyun berjalan cepat meninggalkan sooyoung  yang kini sedang tersenyum sembari menatap kyuhyun.

“kau mirip kyunie…”

Setelah kyuhyun pergi meninggalkan sooyoung. Tiffany datang menghampiri sooyoung. Sebenarnya sudah daritadi tiffany hendak menghampiri sooyoung namun ia berhenti sejenak ketika dilihatnya kyuhyun menghampiri sooyoung. Dengan senyuman yang terpatri di bibirnya serta membuat eye smilepun terciptakan ia memperhatikan kedekatan sooyoung dan kyuhyun dari kejauhan. Tiffany tak menyangka bahwa pada akhirnya kyuhyun dan sooyoung bisa dekat padahal ia belum membantu kyuhyun sama sekali.

“annyeong soo…”, sapa tiffany pada sooyoung lalu mendudukkan dirinya disamping sooyoung lalu menyodorkan sekaleng minuman ke sooyoung.

“lama sekali kau beli minumnya fany…”, gerutu sooyoung pada tiffany. “mian…”, balas tiffany singkat dan membuat sooyoung mendengus pelan.

“kau terlihat cocok dengan kyuhyun…”, perkataan tiffany yang tiba-tiba itu menyemburkan minumannya namun dengan cepat ia menelan minumannya itu.

“apa katamu ?”

“kau terlihat cocok dengan kyuhyun…. aku juga senang melihatmu sudah mulai dekat dengannya…”, jelas tiffany. “lebih baik kau buka hatimu untuk kyuhyun, soo.. sepertinya ia menyukaimu…”, sooyoung mengangkat alisnya tinggi-tinggi saat tiffany mengatakan hal tersebut.

“kau ini ngelindur ya fany ?”

“tidak aku tidak ngelindur…. tapi aku mengatakan sesuai penglihatanku…”

“ah… sudahlah… lebih baik kita pergi saja sekarang… bukankah kita mau ke mall…”, sooyoung yang mulai jengah dengan tiffany yang baginya terlihat aneh itupun akhirnya beranjak dan berjalan pergi meninggalkan tiffany.

“tunggu soo…”, tiffany berteriak dan berlari mengejar sooyoung yang sudah agak jauh darinya.

Kyuhyun menghela nafas lega ketika akhirnya mata kuliahnya siang ini telah usai. Ia merapikan buku-buku kuliahnya yang berserakan di atas meja lalu memasukkannya ke dalam tas. Kyuhyun menenteng tas ranselnya di bahu kirinya dan bergegas keluar dari dalam kelas sebelum seseorang mencegahnya dengan cara berdiri di depannya. Seorang yeoja cantik dan seksi. Ya, kwon yuri yeoja itu. Dengan senyuman yang sungguh membuat kyuhyun ingin muntah ia berdiri di depan kyuhyun.

“menyingkirlah…”, perintah kyuhyun dengan dingin.

Bukannya menyingkir yuri malah berkata. “kulihat kau mulai dekat dengan choi sooyoung…”

“bukan urusanmu…”, kata kyuhyun dengan nada menusuk dan dengan sedikit mendorong yuri. Akhirnya kyuhyun bisa berjalan pergi dari kelas.

Namun yuri malah mengikuti di belakangnya masih dengan mulut yang terus saja mengeluarkan perkataan dan pertanyaan yang sungguh membuat kyuhyun panas.

“kau suka ya dengan choi sooyoung  ? aku selalu memperhatikanmu yang mendekatinya terus…. kau suka kan dengan choi sooyoung ? atau ada alasan lain kau terus mendekatinya ?”, kyuhyun semakin mempercepat langkahnya. Telinga kyuhyun juga mulai memerah dengan tangan yang mengepal. Ia berusaha untuk bersabar menghadapi yuri.

“kau mendekati sooyoung karena siwon pacar sooyoung yang merupakan kembaranmu…”, mendengar kata-kata yuri kali ini kyuhyun menghentikan langkah kakinya. Yuri ikut berhenti di belakang kyuhyun dengan sebuah seringaian di wajahnya.

Kyuhyun membalikkan badannya dan menatap yuri dengan tajam. Tepat di mata yuri kyuhyun menatap yuri dengan tatapan menusuk dan itu sebenarnya membuat yuri merasa sedikit takut.

“bukankah kau bilang tak akan menggangguku… tapi kenapa kau masih menggangguku…”, kata kyuhyun dengan suara yang berat dan penuh dengan penekanan. Emosinya sudah berada di ubun-ubun sekarang. Sebenarnya di dalam hati kyuhyun ia merasa kaget. Darimana yuri mengetahui tentang hal itu ?

“ya memang… tapi kan aku hanya ingin tau… benarkan kata-kataku yang terakhir ?”, tanya yuri dengan nada menantang. Kini ia balik menatap tajam kyuhyun.

“sudah kubilang itu bukan urusanmu… dan tolong jangan ganggu aku lagi… juga jangan pernah mencampuri urusanku kwon yuri…”, lagi-lagi dengan nada yang penuh penekanan kyuhyun berkata pada yuri lalu berlalu dengan cepat meninggalkan yuri.

Yuri menyeringai pada kyuhyun yang sudah menghilang dari pandangan matanya.

“kau kira aku tak tau tentang hal itu… tak ada yang tak aku ketahui tentang dirimu cho kyuhyun…”

TBC

Advertisements

4 thoughts on “Let Me Love You [PART 6]

  1. Pingback: Let Me Love You [PART 7C-END] | KnightsFanfics

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s