Let Me Love You [PART 5]

Storyline by Park Ah-Rin or Dhe’chan Hamao
Poster by MissFishyJazz

Title : Let Me Love You
Cast : Cho Kyuhyun “Super Junior”, Choi Sooyoung “SNSD”, Shim Changmin “TVXQ”, Hwang Mi Young -Tiffany- “SNSD”, Kwon Yuri “SNSD”
Support Cast : You can find it by yourself :) 
Genre : Romance
Rating : T
Disclaimer : Cast milik kita bersama. Sooyoung eonnie dan Kyuhyun oppa saling memiliki. Alur cerita/Plot atau hal-hal yang berhubungan dengan fanfiction ini kecuali cast dan poster itu milik saya dan murni imajinasi saya.

~HAPPY READING~
DON’T FORGET TO COMMENT & LIKE !


Sooyoung POV

“ Ya ! kau ini apa-apaan sih menarikku seenaknya seperti itu..”, bentakku pada kyuhyun ketika aku sudah berhasil melepaskan tangannya dari pergelangan tanganku. Dia yang kubentak hanya menatapku dengan tatapan datar.

“ aku hanya ingin mengajakmu makan siang…”, jawabnya santai. Aku langsung melemparkan deathglare sempurnaku padanya. “ apa katamu ? mengajak makan siang ?”, tanyaku yang hanya dibalas dengan anggukan polos darinya. Aku tersenyum meremehkan padanya.

“ aku bingung padamu… sebenarnya apa sih maumu ? tadi pagi menjemputku.. dan entah darimana kau tau rumahku… sedangkan sekarang kau mengajak makan siang…”, kataku dengan nada kesal padanya.“ aku hanya ingin kita bisa dekat denganmu dan bisa menjadi temanmu…”, jawabnya lagi-lagi dengan nada santai dan wajah yang datar.

“ kau aneh !”, akupun pergi meninggalkannya sampai akhirnya sebuah tangan menahanku yang kuyakini adalah tangan kyuhyun. “ ayolah.. aku mohon… kalau nggak setidaknya aku bisa mengantarmu pulang….”, kini bahkan ia memohon dengan wajah memelasnya. Entah mengapa aku merasa kasian melihatnya yang memohon padaku. Namun aku buang jauh-jauh rasa kasian tersebut. “ terima kasih cho kyuhyun~ssi.. tapi aku bisa pulang sendiri…”, kataku dengan nada dingin dan sebuah tatapan tajam kuarahkan padanya. Merasa tak perlu menunggu responnya aku langsung cepat-cepat pergi meninggalkannya.

Sooyoung POV end

Author POV

Ternyata kyuhyun tak menyerah walau terus-menerus diacuhkan oleh sooyoung. Setiap hendak berangkat kuliah kyuhyun selalu menjemput sooyoung. Walau akhirnya ia tetap akan berangkat kuliah sendirian. Setiap pulang kuliah juga begitu. Kyuhyun akan menawarkan diri untuk mengantarnya pulang  atau mengajaknya makan siang namun selalu ditolak oleh sooyoung. Sampai dimana sooyoung merasa sangat bosan dengan tingkah kyuhyun.

“ ya! Kenapa kau harus menjemputku terus ?”, bentak sooyoung pada kyuhyun yang sedang berdiri di sebelah mobilnya. “ aku kan sudah bilang… kalau aku ingin kita bisa dekat dan aku ingin bisa menjadi temanmu…”, jawab kyuhyun sembari menunjukkan sebuah senyuman pada sooyoung. Dan senyuman itu sukses membuat jantung sooyoung berdetak dengan tempo yang tak teratur. Namun sooyoung tetap berusaha tenang di depan kyuhyun.

“ tapi aku tak mau dekat denganmu dan menjadi teman dari orang aneh sepertimu…”, kata sooyoung dengan kedua tangan yang dilipat di depan dada. “ aneh ?”,tanya kyuhyun bingung. “ iya… kau aneh ! “, jawab sooyoung dengan penekanan pada kata aneh.

“ dan lebih baik sekarang kau pergi….”, kata sooyoung dengan wajah dinginnya.

“ tidak mau ! pokoknya kali ini kau harus mau berangkat denganku !”, kyuhyun memaksa sooyoung lalu menghampiri sooyoung. Sooyoung melemparkan deathglarenya ke arah kyuhyun namun kyuhyun tak peduli. Ia malah menarik tangan sooyoung secara kasar.

“ YA ! apa yang kau lakukan ?”, teriak sooyoung. Kyuhyun tak menjawabnya malah mendorong (?) sooyoung masuk ke dalam mobilnya dan langsung menutupnya. Kyuhyun berjalan menuju tempat kemudi lalu duduk di kursi kemudi.

“ YA ! keluarkan aku ! apa yang kau lakukan ? hah ?”, teriak sooyoung. Kyuhyun menoleh ke arah sooyoung lalu secara tiba-tiba ia mendekatkan tubuhnya ke tubuh sooyoung. Membuat sooyoung tersentak kaget dan langsung diam seketika. Jarak wajah mereka hanya beberapa centi sekarang. Kyuhyun menatap lembut wajah sooyoung. Jantung sooyoung kembali berdetak tak karuan. Setelah itu sooyoung menarik nafas lega disaat ia tau ternyata kyuhyun hanya hendak memakaikan sabuk pengaman saja.

Hening. Tak ada yang mau memulai pembicaraan di dalam mobil ini. Bahkan sooyoung tak lagi berteriak-teriak seperti tadi. Entah mengapa setelah kyuhyun memasangkan sabuk pengaman dan membuat jarak wajah keduanya menjadi sangat dekat membuat sooyoung seketika tak mampu berkata apa-apa lagi. Tiba-tiba kyuhyun menyalakan sebuah lagu. Memecahkan keheningan di dalam mobilnya.

There’s a hero
If you look into your heart
You don’t have to be afraid

Suara indah milih mariah carey dengan lagunya hero mulai terdengar di telingan kyuhyun dan sooyoung.

There’s an answer
If you reach into your soul
And the sorrow that you know will melt away

Kyuhyun bersenandung kecil mengikuti setiap lyric dari lagu tersebut. Sedangkan sooyoung hanya diam menatap keluar jendela menikmati sebuah lagu yang merupakan lagu kesukaannya ini.

“ ini lagu kesukaanku… kau tau….seseorang selalu menyanyikan lagu ini dulu saat aku sedang sedih ataupun menangis…”, kata-kata kyuhyun sukses membuat sooyoung mengalihkan perhatiannya. Ia menatap kyuhyun yang sedang menatap jalanan dengan tatapan sedih. Lagu kesukaan ?, batin sooyoung penuh tanda tanya. Dinyanyikan oleh seseorang saat ia sedang sedih atau menangis ?, batin sooyoung lagi. Entah kenapa pikirannya kembali pada masa-masa belasan tahun yang lalu.

“ kyunnie… kau kenapa ?”, tanya seorang yeoja kecil pada namja kecil di depannya. Namja kecil yang sedang menangis dengan memeluk lututnya. Namja kecil yang dipanggil kyunnie itu mendongak dengan wajah sembab dan mata berair.

“ kyunnie gwenchana ? ada apa ? kenapa nangis kyunnie ?”, tanya yeoja kecil itu khawatir dan langsung membawa kyunnie kedalam pelukan hangatnya. Kyunnie menangis sesenggukan di dalam pelukan yeoja kecil itu.

“ sstt… uljima kyunnie… “, yeoja kecil itu berusaha menenangkan kyunnie. “ kau mau mendengarkanku menyanyi tidak ?”, tanya yeoja kecil itu tiba-tiba membuat kyunnie yang berada di dalam pelukannya langsung menatap yeoja itu bingung.

“ nyanyi ?”, tanya kyunnie heran dan dibalas sebuah anggukan dari si yeoja kecil. “ hemm… aku mau…”, kata kyunnie.

“ tapi kyunnie nggak boleh nangis ya… kyunnie harus senyum…”, kata si yeoja kecil. Kyunnie menghapus air matanya lalu tersenyum manis pada di yeoja kecil. Yeoja kecil itu juga tersenyum kemudian ia mulai menyanyi.

And then hero comes along
With the strength to carry on
And you cast fears aside and you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you’ll finally see the truth that a hero lies in you

That a hero lies…. In you….
Ooohh that a hero lies in… you ­…..

Sebuah tepuk tangan dari seorang kyunie menandai nyanyian dari si yeoja kecil telah berakhir.

“ gimana kyunie ? suaraku bagus kan ?”, tanya si yeoja kecil. Kyunie mengangguk dengan sebuah senyuman manis di bibirnya.

“ gomawo youngie karena sudah mau menghiburku…”, kata kyunie pada si yeoja kecil yang dipanggilnya youngie.

“ itu sudah kewajibanku kyunie…”, balas youngie lalu kembali membawa kyunie dalam pelukan hangatnya dan kyunie membalas pelukan itu.

Tak terasa tetes-tetes air mata mulai keluar dari sudut mata sooyoung saat mengingat masa lalu. Masa lalunya bersama seseorang yang merupakan kenangan terindah bagi sooyoung.

“ kyunie… bogoshippo…”, gumam sooyoung pelan dengan suara yang bergetar.

Kyuhyun yang melihat sooyoung menangis langsung khawatir seketika. Ia meminggirkan mobilnya .

“ youngie… gwenchana ?”, tanya kyuhyun khawatir.

Author POV end

Kyuhyun POV

“ ini lagu kesukaanku… kau tau… ini juga lagu kesukaan cinta pertamaku…. dia selalu menyanyikan lagu ini dulu saat aku sedang sedih ataupun menangis…”, kataku pada sooyoung setelah aku menyalakan sebuah lagu milik mariah carey  yang berjudul hero. Sooyoung menoleh ke arahku namun aku masih tetap menatap lurus ke depan dengan tatapan sedih. Apa kau tak ingat youngie ?, batinku sedih.

Kulihat sooyoung menyandarkan kepalanya di kaca jendela. Kini ia mulai memejamkan matanya. Sepertinya ia menikmati lagu ini. Apakah itu berarti dia mengingatnya ? mengingat lagu ini ? aku harap iya.
Kini ia membuka matanya. Dan tiba-tiba air mata mengalir dari matanya membuatku sangat khawatir.

“ kyunie.. bogoshippo…”, DEG ! aku langsung terdiam saat itu. Tubuhku rasanya kaku mendengar gumamannya barusan. Ya Tuhan, apa aku tak salah dengar ? sooyoung.. sooyoung merindukan kyunie ? ia merindukanku ? apakah itu berarti ia masih ingat denganku ? aku harap ini bukan mimpi. Wajah sooyoung yang basah akibat air matanya membuatku kembali tersadar dari lamunan singkat ini.

Aku meminggirkan mobilku. Dan menatap ke arah sooyoung yang kini sedang memejamkan matanya lagi. Sepertinya ia tak sadar bahwa mobil telah menepi.

“ youngie… gwenchana ?”, tanyaku khawatir dan membuatku refleks memanggilnya dengan sebutan youngie. Sooyoung mendongak lalu menghapus air matanya dengan cepat. Tatapan sedih yang kulihat tadi berubah menjadi tatapan dingin lagi sekarang.

“ Youngie ?”, tanyanya heran dan membuatku gelagapan. “ hemm… maaf tadi aku hanya refleks memanggilmu seperti itu…”, jawabku asal. Ia masih menatapku bingung. “ ehemm… kau tidak apa kan ? mengapa menangis ?”, aku berusaha mengalihkan pembicaraan. “ aku tidak apa… jalanlah lagi…”, jawabnya lalu kembali menatap lurus ke depan. Aku mengangguk dan kembali melajukan mobilku menuju ke SonElf university.

“ hemmm… mianhae tadi telah memaksamu berangkat bersamaku dan berbuat kasar padamu…”, kataku pada sooyoung. Namun tak ada respon darinya. Sooyoung masih menatap lurus kedepan dan aku hanya bisa menghela nafas.

Sesampainya di SonElf university aku langsung memarkirkan mobilku. Sooyoung turun dari dalam mobil begitupula denganku. Kini aku melihat ia sedang menarik nafas dalam lalu menghembuskannya lagi dengan mata tertutup. Mungkin ia ingin membuat dirinya tenang. Aku menghampirinya dan berdiri di sebelahnya.

“ kajja ! kita masuk…”, ajakku padanya. Ia menatapku datar lalu berjalan mendahului. Aku mengekori di belakangnya. Tiba-tiba sooyoung berhenti dan otomatis membuatku ikut berhenti.

“ jangan memanggilku dengan sebutan youngie lagi…. kau tau bukan bahwa yang memanggilku seperti itu hanya namjachinguku dan hanya dia yang boleh memanggilku dengan sebutan itu….”, kata sooyoung tanpa menoleh ke arahku. Setelah itu ia kembali berjalan meninggalkanku yang terdiam di tempat. Badanku kaku seketika mendengar kata-katanya. Hatiku terasa sangat perih melihatnya. Kupegang dada kiriku. Sungguh, ini rasanya sangat sakit.

“ tak ingatkah kau… aku yang pertama kali memanggilmu dengan sebutan itu… aku… kyunie… bukan siwon hyung….”

Kyuhyun POV end

Changmin POV

Aku berjalan dengan lesu setelah memarkirkan mobilku. Aku merasa tak bersemangat karena tidak berangkat bersama dengan sooyoung. Tadi pagi ketika aku menjemputnya ternyata ia sudah berangkat bersama orang lain. Namun, aku tak tau siapa itu. Karena ketika kutanya pada satpan rumah sooyoung. Satpam itu juga tak tau siapa yang berangkat dengan sooyoung. Namun yang pasti orang itu namja. Mungkinkah itu pacar sooyoung ? aku pikir tidak mungkin. Atau sahabatnya ? tapi ia tak punya sahabat laki-laki setauku.

Langkah kakiku terhenti. Aku tersenyum senang saat melihat sooyoung. Aku hendak menghampirinya namun aku mengurungkan niatku tersebut saat melihat seorang namja berdiri di samping sooyoung. Tunggu ! bukankah namja itu namja yang selalu mengejar-ngejar sooyoung ? ani… maksudku namja yang selalu menjemput sooyoung namun ia menolaknya malah lebih memilih berangkat bersama aku. Namja yang kalo tidak salah bernama cho kyuhyun itu. Mengapa sooyoung jadi mau berangkat sama dia ?

Kini kulihat sooyoung berjalan diikuti namja tersebut di sebelahnya. Aku menatapnya dengan tatapan kesal, cemburu dan benci. Dan kini dapat kulihat sooyoung menghentikan langkahnya membuat namja yang berada di belakangnya ikut berhenti. Sooyoung mengatakan sesuatu pada cho kyuhyun tanpa menoleh ke arah cho kyuhyun. Setelah itu kulihat ia pergi meninggalkan cho kyuhyun.

Aku menatap penuh tanda tanya ke arah cho kyuhyun. Karena kulihat ia memegang dadanya dengan wajah yang sangat terluka. Ada apa dengannya ? Siapa dia sebenarnya ?

“ aku harus mencari tau tentang namja ini…”

Changmin POV end

Author POV

“tadi aku berangkat bersama kyuhyun….”, kata sooyoung tiba-tiba dan hal tersebut sukses membuat tiffany yang sedak makan langsung tersedak.

“uhukkk… uhukk…”, tiffany mengambil minumannya lalu meminumnya dnegan cepat. “ mwo ? berangkat bersama kyuhyun ?”, tanya tiffany kaget setelah acara tersedaknya selesai. Sooyoung mengangguk dengan malas. “ bagaimana bisa ?”, tanya tiffany masih dengan nada kaget. Sooyoung menghela nafas lalu menatap tiffany.

“aku kan pernah bilang padamu kalau kyuhyun setiap hari menjemputku jika akan berangkat kuliah tanpa aku tau darimana dia rumahku…”, kata sooyoung dan tiffany mengangguk. “ dan tentu saja aku selalu menolaknya….”, tiffany kembali mengangguk. “ tadi pagi ia menarikku dan memaksaku untuk berangkat bersamanya…”, jelas sooyoung pada akhirnya.

“benarkah ?”, tanya tiffany tak percaya dibalas anggukan kecil dari sooyoung. Tiffany benar-benar tak menyangkan bahwa kyuhyun berbohong padanya tentang meminta alamat rumah dan nomor telpon sooyoung. Tiffany mendengus kesal. “ tak bisa dibiarkan… aku harus bertanya padanya apa maksudnya selalu mendekati sooyoung….”, kata tiffany jengkel tanpa sadar. Sooyoung menatap tiffany bingung.

“bertanya apa fany ?”

“ah.. aniyo… bukan apa-apa… teruskanlah makannya….”, kata tiffany kikuk. Sooyoung menghela nafas lalu kembali menyantap makanannya. Begitu pula dengan tiffany.

Author POV end

Tiffany POV

Aku berjalan menyusuri gedung fakultas pendidikan ini. Sampai akhirnya aku menemukan seseorang yang daritadi sedang aku cari. Aku berjalan menghampiri orang tersebut. Kulihat ia sedang duduk termenung sendirian seraya melihat anak-anak dari jurusan olahraga sedang bermain bola.

“ annyeonghaseyo kyuhyun~ssi….”, sapaku pada orang tersebut. Ia menoleh ke arahku dan aku tersenyum padanya. “ punya waktu ? aku ingin berbicara padamu…”, kataku langsung to the point. Kyuhyun mengangguk dan aku mengajaknya untuk berbicara di salah satu cafe dekat gedung tersebut.

Setelah sooyoung menceritakan tentang kyuhyun kemarin. Aku memutuskan hari ini untuk bertanya apa niat kyuhyun sebenarnya mendekati sooyoung. Aku yakin bahwa ia memiliki niat lain pada sooyoung.

Kini aku dan kyuhyun sudah sampai di cafe tersebut. Aku memutuskan untuk duduk di pojok cafe. Dan kyuhyun masih setia mengekoriku.

“ kau mau minum apa kyuhyun~ssi ?”, tanyaku pada kyuhyun setelah kita sudah duduk. “ bubble tea..”, jawabnya singkat dan aku mengangguk. Setelah seorang pelayan pergi meninggalkan aku dan kyuhyun. Tak ada percakapan diantara kami. Kyuhyun hanya diam sembari menatap keluar jendela. Sedangkan aku ? aku bingung harus bertanya pada kyuhyun darimana dulu.

“silahkan ini pesanan anda… selamat menikmati…”, setelah beberapa menit seorang pelayan datang dan memecahkan keheningan diantara aku serta kyuhyun. “ ne… gamshahamnida…”, kataku.

“ apa yang ingin kau bicarakan ?”, tanya kyuhyun padaku yang sedang menyeruput ice cappucino. Aku mendongak dan menatapnya. Ia sedang menatapku dengan penuh tanda tanya.

“ baiklah.. aku ingin bertanya sesuatu padamu… kenapa kau terus menerus mendekati sooyoung ?”, tanyaku pada kyuhyun. Kyuhyun terlihat kaget akan pertanyaanku namun beberapa detik kemudian ia kembali tenang. “ aku hanya ingin menjadi temannya dan lebih dekat dengannya…”, jawabnya santai. Bagiku jawaban itu benar-benar tak masuk akal.

“ hah ? jawaban yang tak masuk akal….”, komenku. “ aku yakin kau memiliki niat lain pada sooyoung.. katakan yang sebenarnya….”, lanjutku dengan kata-kata tajam. Namun ia menatapku datar.

“ aku tak punya niat lain….”, katanya lalu kembali menyuruput bubble tea miliknya. “ tidak mungkin ! katakan yang jujur… siapa kau sebenarnya ? ada niat apa kau mendekati sooyoung ?”, tanyaku dengan nada yang sedikit meninggi.

“ aku benar-benar tak ada niat apa-apa…. aku hanya ingin berteman dan dekat dengannya…”, jawabnya. “ kalau kau tidak ada niat apa-apa…. mengapa kau terus-menerus mengejar sooyoung…. bahkan disaat sooyoung jelas-jelas menolakmu… kau bahkan sempat bersikap kasar dengannya… selain itu sooyoung pernah bercerita padaku bahwa kau banyak mengetahui tentang sooyoung….”, jelas tiffany panjang lebar. Bisa kulihat ia mulai gelisah karena kata-kataku. Namun ia tetap berusaha untuk tenang. “ katakan sejujurnya.. siapa kau ? dan apa niatmu ?”, tanyaku lagi.

Bwara mr simple… simple…

Handphone kyuhyun berbunyi. Membuat percakapan aku dan kyuhyun tertunda. Kyuhyun melirik sedikit handphonenya yang berada di atas meja. Namun ia lebih memilih untuk tidak menerima telpon tersebut. Aku penasaran dan ikut melirik handphonenya. Dan betapa terkejutnya aku ketika melihat foto yang berada di handphone tersebut. Refleks aku mengambil handphone kyuhyun dan mataku kini benar-benar membulat dengan sempurna saat kulihat foto itu di handphone kyuhyun dengan jelas.

“ YA ! apa yang kau lakukan ?”, bentak kyuhyun padaku. Ia hendak merebut handphonenya yang berada di tanganku namun aku mencegahnya. Ia terus berusaha merebut handphonenya sampai akhirnya ia berhasil mengambil handphone tersebut. Aku kini menatapnya dengan tatapan kaget. Aku benar-benar tak percaya dengan apa yang kulihat barusan di handphonenya.

“ ini tidak mungkin…”, kataku semabri menatap kyuhyun dengan tatapan tak percaya. “ katakan padaku… siapa kau sebenarnya ? siapa kau sebenarnya cho kyuhyun ?”, kini aku bertanya dengan sedikit berteriak.

Tiffany POV end

Kyuhyun POV

“ ini tidak mungkin…”, tiffany melihatku dengan tatapa tak percaya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. “ katakan padaku… siapa kau sebenarnya ? siapa kau sebenarnya cho kyuhyun ?”, tanyanya dengan sedikit berteriak.

Aku bingung. Bagaimana aku menjawabnya ? ia sudah terlanjur melihat foto ini. Jika aku berbohong kurasa ia tak akan percaya. Apa lebih baik aku jujur padanya ? tapi… aku takut ia akan mengatakannya pada sooyoung ? aduh ! bagaimana ini ? oh Tuhan… tolonglah aku.

“ cepat jawab aku… siapa kau sebenarnya ? dan foto itu…”, tiffany kembali bertanya dan menggantung kata-katanya. Apa lebih baik aku jujur saja padanya ?

“ jika aku mengatakannya… kau harus berjanji takkan memberitahukan ini pada siapapun….”, pintaku pada tiffany. “ apalagi sooyoung…”, lanjutku.

“ tapi kau harus jujur padaku….”, kata tiffany dan dibalas sebuah anggukan dariku. “ kau harus janji dulu padaku…. janji…”, aku mengacungkan jari kelingkingku. Tiffany mengangguk dan menautkan jari kelingkingnya di jari kelingkingku.

“ sekarang katakan padaku siapa kau sebenarnya… apakah kau –“

“ ya.. aku memang kembarannya…”, aku memotong kata-kata tiffany. Seakan mengerti tentang apa yang akan dikatakan tiffany selanjutnya.

“ aku adalah kembaran dari cho siwon….”

TBC

Advertisements

7 thoughts on “Let Me Love You [PART 5]

  1. Pingback: Let Me Love You [PART 7C-END] | KnightsFanfics

  2. Hai, gue boleh ikut gabung ,yee !!! Gue tdi baca nie FF,, iseng2 gue nyari2 blog kya gini,, eh ktmu juga,, hmmh,, klu dri td baca nie FF ko klu ada crita. Enth di nobil atau lg di tmn, ko lagu nye. ARTIS AMRIK sie bkn nye mreka. Suka dengern. Lagu2. Dri artis korea. Aje, Layak nya. drama Korea di tv?? Hehehe,, sory bgt tqu,, lam kenal buay admin nye

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s