Let Me Love You [PART 4]

Storyline by Park Ah-Rin or Dhe’chan Hamao
Poster by MissFishyJazz

Title : Let Me Love You
Cast : Cho Kyuhyun “Super Junior”, Choi Sooyoung “SNSD”, Shim Changmin “TVXQ”, Hwang Mi Young -Tiffany- “SNSD”, Kwon Yuri “SNSD”
Support Cast : You can find it by yourself :) 
Genre : Romance
Rating : T
Disclaimer : Cast milik kita bersama. Sooyoung eonnie dan Kyuhyun oppa saling memiliki. Alur cerita/Plot atau hal-hal yang berhubungan dengan fanfiction ini kecuali cast dan poster itu milik saya dan murni imajinasi saya.

~HAPPY READING~
DON’T FORGET TO COMMENT & LIKE !


Kyuhyun POV

Sial sekali aku. Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi ? Bagaimana kalau dia menganggangkuku seperti dulu ? tapi bukankah dia berkata tak akan mengangguku lagi seperti dulu. Ya, setidaknya aku masih bisa berharap dengan kata-katanya. Hanya berharap karena aku ingat betul seberapa sukanya dia denganku dulu dan juga seberapa besar usahanya untuk mendapatkanku. Itu semua sangat menggangguku. Ah, sudahlah tak usah membicarakan yeoja bernama kwon yuri itu. Benar-benar bikin moodku tidak bagus saja pagi-pagi begini.

Aku berjalan menuju kantin karena jadwal kuliahku dimulai 30 menit lagi. Namun langkahku terhenti saat kulihat seorang yeoja yang sedang duduk sendiri di salah satu kursi taman. Aku langsung berjalan menghampiri yeoja itu.

“ Hei… kau temannya choi sooyoung, kan ?”, tanyaku pada yeoja tersebut. Yeoja tersebut mendongakkan kepalanya dan bisa kulihat kini wajahnya yang kaget melihatku. Pasti dia mengira bahwa aku ini siwon.

“ Annyeong… aku cho kyuhyun….”, akhirnya aku memilih untuk memperkenalkan diri sebelum kesalahpahaman terjadi lagi. Aku mengulurkan tanganku.

“ Stephany hwang… panggil saja tiffany…”, balasnya lalu menerima jabatan tanganku dengan ragu.

“ Boleh aku berbicara sebentar denganmu.. ada beberapa hal yang ingin kutanyakan padamu…”, kataku. Ia menatapku ragu sampai akhirnya menganggukan kepalanya. Aku tersenyum dan mendudukkan diri di sebelahnya.

Kyuhyun POV end

Author POV

Seorang yeoja sedang berjalan dengan santai menuju kelasnya. Sesekali terlihat yeoja tersebut bersenandung kecil mengikuti lagu yang sedang ia dengar dari i-podnya.

“ sooyoung~ssi…”, panggil seorang namja pada sooyoung. Sooyoung menghentikan langkahnya dan menengok ke asal suara tersebut. Changmin. Namja yang memanggil sooyoung itu berdiri di samping sooyoung dengan nafas ngos-ngosan.
“ ada apa ?”, tanya sooyoung dengan nada dingin pada changmin. Changmin tersenyum manis pada sooyoung namun sooyoung hanya menatap changmin datar.
“ nggak papa.. hehe..”, changmin cengengesan tak jelas dan hanya dibalas dengan tatapan tak peduli dari sooyoung. Sooyoungpun hendak berjalan sampai seseorang menahannya.

“ hemm.. pulang kuliah ini kamu ada acara nggak ?”, tanya changmin gugup.
“ nggak ada… kenapa ?”
“ aku mau ngajak kamu makan siang bareng…”, jawab changmin. Tersirat suatu harapan di wajah changmin. Sooyoung menghembuskan nafas panjang dan akhirnya ia mengangguk pada changmin lalu langsung pergi meninggalkan changmin yang berteriak senang.

Author POV end

Sooyoung POV

Sekarang aku sedang berada di Shelter Cafe. Aku menyetujui ajakan changmin~ssi untuk makan siang bersama. Dan disinilah aku dengan changmin~ssi makan siang.

“ sooyoung-ah… kamu mau pesan apa ?”, tanya changmin~ssi padaku. “Hemm.. aku pesan apa yang kau pesan saja changmin~ssi…”, jawabku. Bisa kulihat kini ia menghela nafas.

“ panggil saja aku oppa…. nggak usah se-formal itu…”, katanya yang hanya dibalas anggukan malas dariku. Setelah itu changmin~ssi. Ani, maksudku changmin oppa memberikan kertas pesanan kami kepada seorang pelayan.

Kecanggungan yang amat kental tercipta diantara kami. Hening. Baik aku maupun changmin oppa tak ada yang mau memulai pembicaraan. Lagipula aku juga sedang malas berbicara.

DRRRTT DRRTT

Tiba-tiba handphoneku bergetar. Kuambil hanphone yang berada di dalam tasku. Terdapat sebuah pesan dari nomor yang tak kukenal.

From : 0857423****

Hei sooyoung-ah… sedang apa kau ?

Aku mengernyitkan dahi sejenak. Kulirik changmin oppa yang sedang melihatku dengan tatapan intens. Namun aku tak peduli dan membalas pesan tersebut.

To : 0857423****

Nugu ?

Tak perlu menunggu waktu lama sampai hapeku kembali bergetar.

From : 0857423****

Cho Kyuhyun ^_^
kau sedang di shelter cafe ya ? siapa namja yang duduk di depanmu ? namjachingumu kah ?

Aku lagsung membelabakkan mata melihat pesan yang ternyata dari cho kyuhyun itu. Dan juga darimana ia tau aku sedang di shelter cafe. Aku mengedarkan pandanganku. Menengok ke kanan dan ke kiri. Ke luar cafe juga. Namun aku tak menemukan sosok cho kyuhyun. Lalu darimana ia tau.

“ Silahkan ini pesanan anda… selamat menikmati..”, seorang pelayan yang membawa makanan pesananku dan changmin oppa membuatku berhenti mencari sosok kyuhyun. “ gamshahamnida…”, kataku. Lalu kumasukkan kembali handphoneku ke dalam tas dan mulai memakan makanan yang berada di depanku.

Sooyoung POV end

Kyuhyun POV

Kulajukan mobilku dengan kecepatan sedang di jalanan seoul yang cukup ramai pada sore hari yang mendung ini. Setelah selesai dengan jadwal kuliahku aku memilih untuk langsung pergi dari universitas. Aku merasa kurang bersemangat hari ini. Karena yang pertama aku harus bertemu lagi dengan yeoja yang paling aku benci yaitu kwon yuri. Dan yang kedua, hari ini aku tidak sekelas dengan sooyoung. Mungkin karena jadwal kami yang berbeda. Tapi setidaknya ada hal yang masih bisa membuatku tersenyum lega sekarang.

“ Boleh aku berbicara sebentar denganmu.. ada beberapa hal yang ingin kutanyakan padamu…”, kataku. Ia menatapku ragu sampai akhirnya menganggukan kepalanya. Aku tersenyum dan mendudukkan diri di sebelahnya.

“ kau sahabat sooyoung kan ?”, tanyaku pada tiffany. Ia masih menatapku dengan wajah kaget dan mengangguk pelan.” Tolong  jangan menatapku seperti itu.. aku tau kamu kaget karena wajahku yang mirip dengan siwon namjachingu sooyoung…”, kataku. Kini bisa kulihat tiffany malah membelabakkan matanya.

“ darimana kamu tau ?”, tanyanya padaku.

“ waktu itu aku bertemu dengan sooyoung di taman… ia sedang menangis dan saat ia melihatku ia langsung memelukku dan mengatakan bahwa aku siwon… setelah ia sadar bahwa aku bukan siwon.. ia mengatakan padaku bahwa wajahku mirip siwon namjachingunya…”, jelasku pada tiffany. Tiffany mengangguk mengerti dan tak menatapku kaget lagi.

“ lalu apa yang ingin kau tanyakan padaku ?”, tanya tiffany seraya menatapku intens. “ aku ingin meminta informasi tentang sooyoung darimu….”, jawabku.

“ maksudmu ?informasi ? untuk apa ?”

Aduh! Aku harus jawab apa ya ? Tiffany kini menatapku penuh selidik dan itu sungguh membuatku makin bingung dan gugup.

“ hemm… aku… ah, temanku ada yang menyukai sooyoung… jadi dia meminta tolong padaku untuk mencari informasi tentang sooyoung…”, jawabku berbohong. Aku menggigit bibir bawahku. Sungguh sekarang aku merasa benar-benar gugup.

“ hemm… bagaimana ya ?”

“ tolong bantu aku…”, aku memohon pada tiffany yang terlihat ragu akan permintaanku. “ aku bukan orang jahat…. aku hanya ingin membantu temanku….”, aku kembali memohon agar tiffany mau memberi informasi tentang sooyoung.” aku hanya ingin tau nomor handphone dan alamat rumahnya saja….”, jelasku padanya. Kulihat tiffany masih menatapku ragu. Akupun memasang wajah sepolos mungkin agar tiffany menuruti permintaanku. Akhirnya ia mengangguk dan aku langsung tersenyum lebar saat itu.

Aku tersenyum sejenak mengingat hal tadi. Akupun mengambil handphoneku dan mulai mengirim pesan ke sebuah nomor yang baru aku dapatkan tadi pagi.

To : Choi Sooyoung

Hei Sooyoung-ah… sedang apa kau ?

Aku memencet tombol send. Lalu menaruh kembali handphoneku. Aku kembali tersenyum. Entah mengapa aku merasa senang sekali bisa mengirim pesan untuk sooyoung. Namun senyumanku langsung luntur ketika aku melewati sebuah cafe dan kulihat disana sooyoung sedang bersama seorang namja. Kuhentikan mobilku tak jauh dari cafe tersebut. Sampai tiba-tiba hapeku bergetar. Langsung cepat-cepat kuambil hape tersebut dan mulai membuka sebuah pesan yang ternyata dari sooyoung tersebut.

From : Choi Sooyoung

Nugu ?

Setelah melihat balasan dari sooyoung. Aku langsung cepat-cepat mengetik balasan pesan untuknya. Sungguh sekarang aku sangat penasaran siapa namja yang bersamanya.

To : Choi Sooyoung

Cho Kyuhyun ^_^
kau sedang di shelter cafe ya ? siapa namja yang duduk di depanmu ? namjachingumu kah ?

Ah, aku harap namja itu bukan namjachingunya. Tapi aku rasa tidak mungkin namja yang berada di depan sooyoung itu namja chingunya. Bukankah ia sangat mencintai siwon ? Aku menunggu balasan pesannya dengan gugup. Kulihat kini sooyoung sedang menengokkan kepalanya ke kanan dan kiri. Seperti sedang mencari seseorang. Mungkin ia mencari aku karena aku bisa tau ia sedang di shelter cafe. Aku berharap ia segera membalas pesanku. Namun, harapanku pupus saat kulihat sooyoung memasukkan handphonenya ke dalam tas. Akupun menunduk sedih. Dan kuputuskan sekarang untuk menunggunya disini.

Setelah sekitar 30 menit aku menunggu sooyoung dan seorang namja yang tak kukenali itu. Akhirnya mereka keluar juga dari shelter cafe. Aku lihat kini mereka sedang berbicara sebentar sampai akhirnya namja yang bersama sooyoung itu pergi meninggalkan sooyoung dengan motor sportnya. Sooyoungpun juga melangkahkan kaki ke salah satu halte yang berada tak jauh dari situ.

JDERRR

Kudengar suara petir menyambar. Memang sore ini cuaca sedang tidak bagus. Aku juga melihat sooyoung berlari dengan cepat menuju halte sampai akhirnya hujan turun dengan sangat deras. Akupun menyalakan mobilku dan melajukannya perlahan menuju ke halte dimana sooyoung berada.

Aku langsung turun dari mobil ketika sudah berhenti di halte tersebut dengan payung ditanganku. Sepertinya sooyoung tak menyadari keberadaanku. Aku berdiri di sampingnya yang terlihat sedang kedinginan itu. Kulepas jaketku dan memakaikannya ke tubuh sooyoung. Sooyoung tersentak kaget dan langsung menoleh ke arahku. Ia membelabakkan mata saat melihatku.

“ Sedang apa kau disini ?”, tanyanya dengan nada dingin dan wajahnya kini berubah menjadi datar. “ Aku tak sengaja melihatmu disini… dan kulihat kau kedinginan jadi aku turun menghampirimu…”, jawabku.

Sooyoung langsung memperhatikan jaket yang kupaikan di tubuhnya. Ia hendak melepasnya namun langsung aku tahan dengan memeluk pundaknya secara tiba-tiba. Sooyoung melemparkan deathglarenya padaku saat aku melakukan hal itu. Aku melepaskan pelukanku di bahunya itu.

“ kamu pasti kedinginan apalagi dengan pakaianmu itu… jadi jangan dilepas…”, kataku lalu tersenyum manis padanya. Lagi-lagi kini ia menatapku datar. “ terima kasih.. tapi aku tak butuh ini…”, katanya lalu segera melepaskan jaketku dan mengembalikannya padaku. Ia langsung pergi begitu saja setelah memberhentikan sebuah taksi. Aku ingin menawarkan tumpangan padanya namun ia sudah terlajur pergi. Akhirnya aku hanya bisa menatapnya disini tanpa berbuat apa-apa.

“ Ah.. ini benar-benar sulit… kemarin dia terlihat biasa saja denganku saat bertemu di taman… dan sekarang dia dingin denganku… “

(o^^)(^^o)

Aku sedang bersiap untuk pergi kuliah. Kulihat pantulan diriku di kaca. Celana jeans biru. Kaos neck v biru muda dan slayer. Aku rasa sekarang aku sudah terlihat sangat tampan. Haha….

Tak berlama-lama melihat ketampananku di depan kaca. Aku langsung mengambil tas dan kunci mobilku di meja. Lalu bergegas ke garasi untuk mengambil mobil lalu langsung tancap gas pergi dari rumah.

Kulajukan mobilku dengan kecepatan sedang. Hal pertama yang kutuju bukanlah universitas melainkan  sebuah rumah di komplek elit di tengah kota seoul. Aku mencari rumah tersebut ketika sudah berada di dalam komplek elit itu. Sampai mobilku berhenti di salah satu rumah yang terlihat seperti istana.

Seorang satpam yang menjaga di depan rumah menghampiriku dan menanyakan aku ingin bertemu siapa. Akupun memberitahukan tujuanku ke rumah ini dan satpam itupun mengizinkanku untuk masuk ke rumah tersebut. Aku berhenti tepat di depan pintu rumah tersebut. Kukeluarkan handphone yang berada di saku celanaku dan menelepon seseorang yang hendak kutemui atau mungkin lebih tepatnya kujemput. Lama sekali tak ada jawaban sampai akhirnya aku mendengar suara seorang yeoja di seberang sana.

“ yoboseyo…”, sapaku ramah pada seseorang yang sedang kutelpon.

“ cepatlah keluar… aku menunggumu di depan rumah….”, setelah itu akupun menutup telepon secara sepihak.

Kyuhyun POV end

Sooyoung POV

Aku baru saja keluar dari kamar mandi. Aku sedang berganti baju dan mempersiapkan diri. Kulihat pantulan diriku di kaca sampai tiba-tiba handphoneku berbunyi. Kulihat siapa orang yang meneleponku.

Cho Kyuhyun

Ada apa ia meneleponku ? aku lebih memilih untuk tidak mengangkatnya. Namun handphoneku tak mau berhenti berbunyi. Akhirnya kuangkat telpon tersebut dengan malas.

“ yoboseyo…”, sapaku pada kyuhyun dengan nada dingin.

“ yoboseyo… aku menunggumu di depan rumah..”, katanya lalu menetup telpon secara tiba-tiba.

Tunggu ! tadi dia bilang apa ? menungguku di depan rumah ? maksudnya ? Akupun cepat-cepat berlari ke arah jendela kamar. Dan benar saja sekarang seorang cho kyuhyun sedang berdiri di samping mobil sportnya di depan rumahku. Aku membelabakkan mata tak percaya. Bagaimana bisa kyuhyun tau rumahku ? dan untuk apa ia menjemputku ? Aku langsung cepat-cepat mengambil tasku dan berlari menuju ke lantai bawah. Setelah berpamitan kepada kedua orang tuaku aku langsung cepat-cepat keluar rumah.

“ Annyeong… akhirnya kau keluar juga…”, katanya seraya tersenyum padaku dan hanya dibalas tatapan dingin dariku. “ Sedang apa kau disini ?”, tanyaku dengan nada dingin. “ Tentu saja menjemputmu….”, katanya santai. “ Ayo cepat kita berangkat… bukankah jadwal kuliah akan dimulai 1 jam lagi…”, lanjutnya lalu membukakan pintu mobil padaku.

“ Aku bisa berangkat sendiri… lagipula untuk apa kau menjemputku ? memang kau siapa ? namjachinguku ? temanku ?”, kataku lagi-lagi dengan nada dingin. Kulihat ia mematung setelah aku mengatakan hal itu. Kini dapat kulihat tatapan sedih dari wajahnya. Entah mengapa aku merasa bersalah mengatakan hal itu. Namun dengan cepat aku buang jauh-jauh rasa bersalahku tersebut.

“ Sooyoung-ah…”, tiba-tiba sebuah motor sport datang tepat di depanku. Orang tersebut membuka helmnya. Dan dapat kulihat sekarang changmin oppa tengah tersenyum padaku.

“ ayo berangkat bareng…”, katanya. Aku melirik kyuhyun sejenak. Ia masih menatapku dengan tatapan sedih. Namun aku tak peduli dan mengangguk atas ajakan changmin oppa. Akupun duduk di boncengan belakang dan setelah itu dengan cepat changmin oppa melajukan motornya pergi meninggalkan rumah dan meninggalkan kyuhyun. Sebelum benar-benar keluar dari rumah aku melihat ke arah kyuhyun sejenak yang kini sedang menunduk sedih sambil memegang dadanya.

Oh Tuhan.. aku benar-benar bingung. Siapa dia sebenarnya ? entah mengapa aku seperti pernah bertemu dengannya sebelum aku bertemu siwon oppa.

Sooyoung POV end

Kyuhyun POV

“ Aku bisa berangkat sendiri… lagipula untuk apa kau menjemputku ? memang kau siapa ? namjachinguku ? temanku ?”

Kata-kata sooyoung masih terngiang jelas di kepalaku. Rasa sakit di dadaku muncul saat aku mengingat kata-kata itu. Kupegang erat dada kiriku, berusaha untuk meredam rasa sakit ini. Ah, tapi memang benar kata-kata sooyoung. Siapa aku ? teman ? namjachingu ? bukan keduanya. Aku sadar aku hanya seseorang yang datang secara tiba-tiba di kehidupan sooyoung. Namun ini semua harus aku lakukan. Aku tak boleh menyerah. Aku harus semangat.

Kulangkahkan kakiku cepat menuju ke kelas. Kulihat sang dosen belum datang dan dapat kulihat juga yeoja yang tadi pagi menolak untuk berangkat kuliah bersamaku sibuk dengan handphonenya. Akupun menghampirinya.

“ Annyeong sooyoung-ah…. Annyeong tiffany~ssi….”, sapaku pada sooyoung dan tiffany yang duduk di sebelahnya. “ Annyeong kyuhyun~ssi…”, balas tiffany. Namun sooyoung terlihat tak peduli akan kehadiranku. Akupun hanya bisa menghela nafas lalu duduk di belakang mereka.

“ Selamat pagi anak-anak…”, kudengar suara seseorang yang kuyakini adalah dosen itu. Akupun langsung memasukkan PSPku ke dalam tas dan membenarkan cara dudukku. Kami membalas salam dari sanga dosen.

“ Kita kedatangan mahasiswi baru…. Silahkan perkenalkan diri anda…”, aku baru sadar ternyata dosen tersebut tidak datang sendirian. Akupun mengalihkan pandanganku ke arah seseorang yang berada di sebelah dosen tersebut. Dan betapa terkejutnya aku saat melihat siapa mahasiswi baru itu.

“ Annyeonghaseyo… Kwon Yuri imnida….”, katanya lalu sedikit membungkuk. Setelah itu ia berjalan ke arahku. Jangan ngomong kalo ia akan duduk di sampingku. Ah sial ! dia benar-benar duduk di sampingku. Bahkan kini ia sedang tersenyum genit padaku.

( NB : aku nggak tau menau tentang yang namanya kuliah.. jadi masalah bagian kuliah  ngarang dikit nggak papa ya.. hehe 😀 )

“ Annyeong kyu…”, sapanya dengan suara yang dibuat sok manja dan itu benar-benar membuatku jijik. Aku hanya memandangnya enggan lalu lebih memilih untuk tak membalasnya.

Kyuhyun POV end

Author POV

Mata pelajaran kalkulus di salah satu kelas jurusan matematika terebut telah usai. Semua mahasiswa maupun mahasiswi telah berhambur keluar kelas dan menyisakan 4 orang mahasiswa di dalamnya.

“ soo… kau pulang sendiri tak apa… aku ada acara….”, kata tiffany pada sooyoung yang hanya dibalas dengan anggukan oleh sooyoung. Tiffanypun keluar dari kelas tersebut dan meninggalkan 3 mahasiswa yang masih berada di dalamnya.

“ kyu…. mau makan siang bersamaku tidak ?”, tanya yuri dengan nada yang lagi-lagi dibuat sok manja. Kyu hanya bergidik ngeri melihat yuri seperti itu. Ia beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah sooyoung. Lalu dengan tiba-tiba menarik tangan sooyoung secara kasar.

“ Ya ! apa yang kau lakukan ?”, teriak sooyoung tak terima dengan perlakuan kyuhyun. Kyuhyun tak peduli dan terus menarik sooyoung keluar kelas walau sooyoung terus berteriak sewot. Sedangkan yuri yang melihat kyuhyun dan sooyoung hanya dapat menggeram kesal dan cemburu.

“ Aku pasti bisa mendapatkanmu cho kyuhyun…”

 TBC

Advertisements

7 thoughts on “Let Me Love You [PART 4]

  1. Pingback: Let Me Love You [PART 7C-END] | KnightsFanfics

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s