Let Me Love You [PART 1]

Storyline by Park Ah-Rin or Dhe’chan Hamao
Poster by MissFishyJazz

Title : Let Me Love You
Cast : Cho Kyuhyun “Super Junior”, Choi Sooyoung “SNSD”, Shim Changmin “TVXQ”, Hwang Mi Young -Tiffany- “SNSD”, Kwon Yuri “SNSD”
Support Cast : You can find it by yourself :) 
Genre : Romance
Rating : T
Disclaimer : Cast milik kita bersama. Sooyoung eonnie dan Kyuhyun oppa saling memiliki. Alur cerita/Plot atau hal-hal yang berhubungan dengan fanfiction ini kecuali cast dan poster itu milik saya dan murni imajinasi saya.

~HAPPY READING~
DON’T FORGET TO COMMENT & LIKE !


Author POV

Pagi yang cerah dengan matahari yang bersinar terang. Langit yang biru. Menemani semua orang di kota Seoul itu untuk memulai aktifitasnya.

Tapi suasana cerah pagi hari ini tak sesuai dengan suasana mendung di hati salah satu yeoja yang sedang berjalan dengan wajah yang menyiratkan suatu kesedihan. Yeoja dengan postur tubuh tinggi bak seorang model dan rambut panjang bergelombang itu tengah berjalan memasuki salah satu gedung universitas di kota seoul – SonElf university.

“ Sooyoung-ah…”, sapa seseorang pada yeoja tinggi dan berambut panjang itu ketika ia sudah memasuki salah satu kelas. Yeoja yang ternyata bernama sooyoung itu hanya tersenyum simpul pada seseorang yang menyapanya lalu berjalan menghampiri yeoja yang diyakini merupakan sahabat dari sooyoung ~tiffany~.

Tiffany hanya bisa menghela nafas melihat wajah sooyoung yang tersirat dengan kesedihan. Ia tau apa penyebab sooyoung seperti ini.

“ bagaimana kabarmu hari ini, soo ?”, tiffany berbasa-basi pada sooyoung yang kini sudah duduk di sebelahnya.

“ seperti yang kau lihat…”, jawab sooyoung singkat tanpa menatap tiffany dan lebih memilih membuka buku kuliahnya.

“ haahh…”, tiffany hanya bisa menghelas nafas (lagi) mendengar jawaban sooyoung.

Tak berapa lama kemudian. Seorang namja tampan dengan pakaian rapi dan buku yang berada di tangannya masuk ke dalam kelas dengan angkuhnya. Namja yang diyakini adalah dosen tersebut langsung membuat semua orang yang berada di kelas menghentikan semua aktifitas mereka dan mulai memperhatikan dosen tersebut.

3 jam kemudian….

Pelajaran di dalam kelas telah usai. Semua mahasiswa yang berada dalam kelas menghela nafas lega. Pelajaran yang sangat membosankan bagi mereka. Para mahasiswa tersebut segera membereskan buku-buku mereka dan berhambur keluar kelas menyisakan dua orang yeoja cantik di dalam kelas.

“ soo-ah… kita makan siang bersama yuk ?”, ajak tiffany pada sooyoung yang masih sibuk memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.

“ mianhae… aku tak bisa…”, jawab sooyoung yang kini telah memakai tas ranselnya.

“ ayolah soo-ah…. kita lama tak makan siang bersama…”, tiffany tampak memohon pada sooyoung yang sedang menatapnya datar dan dengan pandangan mata yang kosong.

“ aku tak bisa fany… aku ada urusan..”, kata sooyoung berusaha menjelaskan.

“ ck… baiklah…”, tiffany mendecak sebal pada sahabatnya tersebut.

“ aku pergi duluan…”

“ kau mau kemana soo ?”, tanya tiffany pada sooyoung yang sedang melangkahkan kakinya meninggalkan tiffany.

“ taman…”, jawab sooyoung singkat lalu sosoknya menghilang di balik pintu meninggalkan tiffany sendirian di dalam kelas.

“ mengenang masa lalu-kah yang kau maksud urusan… ini sudah dua tahun berlalu… tapi kau masih memikirkannya…”, gumam tiffany dengan suara yang lirih.

Author POV end

Kyuhyun POV

Kutatap langit-langit kamarku yang bercorak awan tersebut. Aku bingung. Aku tak tau apa yang harus kulakukan sekarang. Ini sudah dua tahun berlalu. Tapi aku belum bisa menepati janjiku padanya.

“ Mianhae… aku masih belum bisa menepati janjiku…”, gumamku di dalam hati.

Kupijat pelipisku. Bisa kurasakan penat di kepalaku. Karena itu akupun memutuskan untuk pergi dari rumah. Hanya sekedar untuk menghilangkan rasa penat.

Kulangkahkan kakiku malas menuju taman yang berada tak jauh dari rumahku. Taman ini terlihat sangat sepi. Membuatku merasa tenang sekaligus sedikit bosan. Karena merasa tak ada satupun kehidupan di taman ini. Setiap langkahku hanya ditemani dengan suara angin yang berhembus lembut dan suara sapu dari tukang sapu yang sedang membersihkan taman yang agak kotor ini.

Mataku kini tertuju pada sebuah kursi taman panjang yang berada tengah-tengah taman. Kuputuskan untuk duduk sebentar di kursi taman tersebut. Karena merasa tak ada yang bisa kulakukan. Akupun memutuskan untuk mengeluarkan  I-Phone yang berada di saku celanaku lalu memasang Earphone yang sedaritadi menggantung di leherku ke telingaku. Ketika aku ingin menyalakan lagu yang akan kudengar tiba-tiba aku mendengar suara seseorang dibalik sebuah pohon besar yang berada tak jauh dariku.

Kulepas earphoneku dan mulai mempertajam pendengaranku. Aku mendengar suara itu semakin jelas. Suara seperti seseorang yang sedang menangis.

Kyuhyun POV end

Sooyoung POV

Aku sedang duduk di bawah pohon, di sebuah taman. Taman kenanganku denganmu oppa. Taman, dimana terakhir kali aku melihatmu, terakhir kali kau memelukku, dan taman dimana terakhir kali kau mencium lembut bibirku. Kupeluk lututku dan kutenggelamkan wajahku diantara kedua lututku.

So i lay my head back down..

And i lift my hands and pray..

To be only yours, i pray..

To be only yours, i know now..

You’re my only hope…

Suara merdu mandy moore terdengar di telingaku. Lagu “ONLY HOPE”, lagu yang pernah kau nyanyikan untukku di taman ini juga.

Oppa… bagaimana kabarmu? Apa kau bahagia disana? Mengapa kau meninggalkanku begitu cepat?

[Flashback]

Siang ini aku sedang pergi ke taman bersama siwon oppa. Di bawah pohon rindang ini aku duduk di sebelah siwon oppa dengan kepalaku yang bersandar di bahunya. Rasanya nyaman sekali berada disamping namjachingu yang paling aku cintai ini.

 “youngie… jika nanti aku pergi.. apa kau bisa hidup tanpaku?”, tiba-tiba siwon oppa menanyakan hal yang aneh denganku.

“nggg? Apa maksudmu oppa?”, tanyaku padanya karna bingung dengan maksud pertanyaannya itu.

“maksudku… jika nantinya aku pergi dan mungkin takkan pernah kembali.. apa kau bisa hidup tanpaku ?”, kata siwon oppa menjelaskan kembali maksud pertanyaannya. Aku tercekat kaget mendengar maksud pertanyaannya tadi. Hatiku merasa tidak enak saat itu. Tiba-tiba aku merasa takut. Pertanda apa ini ya Tuhan?

“kau ini bicara apa sih oppa.. emang kau mau pergi kemana?”, tanyaku sambil tertawa canggung dan berusaha menyembunyikan perasaan tak enakku.

“hehe.. tidak kemana-mana kok..”, kata siwon oppa dan tertawa juga sepertiku. Walaupun aku melihat tawanya tapi aku masih merasakan perasaan tak enak dalam hatiku.

“eeuuumm… youngie.. apa kau mau mendengarkanku bernyanyi eoh?”, tanya siwon oppa padaku.

“bernyanyi?”, tanyaku kaget.

“nee… aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu.. lagu kesukaanku…”

There’s a song that’s inside of my soul.

It’s the one that I’ve tried toi write over and over again

I’m awake in the infinite cold

But you sing to me over and over and over again.

Ia mulai menyanyikan sebuah lagu. Ya, lagu milik mandy moore “ONLY HOPE”. Suara merdunya mengalun lembut di telingaku.

So, i lay my head back down

And i lift my hands and pray

To be only yours, i pray, tobe only yours

I know now, you’re my only hope

Tiba tiba di akhir lagu aku meneteskan air mataku. Entah mengapa? Aku bisa menangis.

“bagaimana? Suaraku jelek ya?”, tanya siwon oppa padaku.

“eeuhhm… enggak kok..”, jawabku lalu menghapus air mataku dan mengangkat kepalaku dari bahunya.

“jinjja?”, tanyanya tidak menyangka.

“nee..”, aku tersenyum manis padanya.

“tunggu.. youngie kau menangis ya?”, tanyanya padaku. Air mataku tak bisa tertahan lagi. Tangisanku pecah.

“waeyo youngie?”, tanyanya (lagi) padaku dan memeluk tubuhku.

“aniyo oppa… aku hanya merasa terharu dengan nyanyianmu…”, jawabkku menjelaskan padanya dan sebenarnya aku membohonginya. Selain terharu dengan nyanyiannya sebenarnya aku juga masih merasa ada perasaan takut dihatiku. Takut kehilangannya.

“hahaa.. uljima baby..”, katanya dan menghapus air mataku dengan tangannya.

Aku hanya memperlihatkan senyum manisku.

Tiba-tiba siwon oppa mendekatkan wajahnya kepadaku.

CUPP

Ia mencium lembut bibirku. “saranghaeo sooyoung-ah…”, bisiknya di telingaku.

nado.. saranghaeo siwon oppa”, balasku lalu memeluknya.

Karena hari mulai gelap aku dan siwon oppa memutuskan untuk pulang. Ia mengantarku sampai ke rumah. Hari ini aku merasa senang sekali walau karna pertanyaan anehnya tadi, aku jadi membuatku merasa takut.

08.00 pm

Gee gee gee gee… baby baby baby….

Tiba-tiba handphoneku berbunyi. Kulihat layar handphoneku. Ternyata itu adalah telpon dari leeteuk, kakak siwon oppa. Ada apa ya ia menelponku? Tiba-tiba perasaanku jadi tak enak.

yoboseyo…”

yoboseyo.. sooyoung-ah..”, terdengar suara leeteuk oppa di seberang sana. Suara seperti orang yang sedang menangis.

waeyo oppa? ada apa kau menelponku?”, tanyaku khawatir. Sepertinya terjadi sesuatu.

“siwon… si.. siwon…”, kata-katanya terputus karena tangisannya. Omo.. Ya Tuhan.. apa ini? ada apa dengan siwon oppa.

“kenapa oppa? ada apa dengan siwon oppa?”, aku langsung panik seketika.

“siwon.. ia kecelakaan..”, kata leeteuk oppa dengan suara yang parau.

Badanku langsung lemas dan kakiku terasa tak kuat lagi menopang badanku. Aku terjatuh ke lantai. Tangisanku langsung pecah seketika. Aku tak tau apa yang harus kulakukan sekarang.

Tak mau membuang waktu terlalu banyak. Aku langsung berlari menuju mobilku dan melesat secepat mungkin ke rumah sakit.

Sesampai di rumah sakit aku langsung menuju ke kamar siwon oppa. Disana kulihat banyak sekali orang. Ada kedua orang tua siwon oppa ~mr.choi & mrs.choi~  dan juga leeteuk oppa bersama denga kekasihnya, taeyeon eonnie. Kulihat mereka sedang menangis.

Kulangkahkan kakiku perlahan menghampiri mereka. Tersadar akan kehadiranku, taeyeon eonnie langsung memelukku. Semua mata tertuju padaku.

“kau harus kuat sooyoung..”, leeteuk oppa menghampiriku dan mengelus bahuku.

“dimana siwon oppa?”, tanyaku pada mereka berdua. Kulihat tangis mereka malah pecah. “dimana siwon oppa? kenapa kalian tak menjawab pertanyaanku?”, kini kutinggikan nada suaraku dan berusaha menahan air mataku.

“dia sudah tidak ada sooyoung… kamu harus kuat ya..”, kata Mrs. choi sambil memegang bahuku. Aku sudah tidak kuat lagi menahan air mataku. Tiba-tiba kepalaku terasa berat sekali. Dan sekelilingku berputar.

BRUUKK                                                                                                       

Aku sudah tak tahan, badanku langsung ambruk saat itu.

[Flashback end]

Air mataku menetes saat mengingat semua itu. Semua kenangan tentangmu tak bisa aku hapus dari hidupku oppa.

Apa kau tau.. hidupku hampa tanpamu.. setiap nafas yang kuhembuskan serasa tak berarti tanpamu… aku.. aku sangat merindukanmu oppa.. dua tahun aku hidup sendiri tanpa dirimu.. rasa cintaku tak pernah berubah… aku masih.. masih sangat mencintaimu…

Apa kau mendengarku oppa? apa kau mendengar kata hatiku yang ingin kau berada disini?

Kutenggelamkan lagi wajahku diantara kedua lututku. Aku menangis sesenggukan. Badanku bergetar. Aku benar-benar sangat merindukannya. Seseorang yang paling kucintai di dunia ini.
Aku hanya bisa menangis. Menangis. Dan terus menangis. Sampai seseorang datang dan memegang bahuku. Membuatku menghentikan tangisku dan mengangkat kepalaku. Karena pandanganku yang buram, akupun menghapus air mata yang berada di pelupuk mataku dan pipiku.

gwenchana ?”, tanya orang tersebut. Aku merasa familiar dengan suara itu. Aku langsung menatap orang tersebut. Mataku terbelabak tak percaya menatap seseorang yang berada di depanku sekarang ini.

“ apa kau baik-baik saja ? “, tanya (lagi) orang tersebut padaku yang masih menatapnya tak percaya.

Apa aku bermimpi ya Tuhan ? Siapakah orang yang berada di depanku sekarang ? Benarkah ini dia ?

Sooyoung POV end

Author POV

Terlihat kyuhyun yang masih bingung dengan sikap yeoja yang berada di depannya. Bahkan, ia berfikir bahwa yeoja yang di depannya ini adalah orang gila. Tapi pikirannya itu langsung di buangnya jauh-jauh saat melihat pakaian yang yeoja tersebut pakai tidak compang-camping layaknya orang gila. Dan ia juga berpikir bahwa yeoja yang berada di depannya itu seperti nya adalah seorang mahasiswa.

“ si.. siwon oppa..”, gumam yeoja tersebut yang membuat alis kyuhyun menyatu. Menandakan bahwa ia tidak mengerti apa yang sedang yeoja itu katakan.

Tiba-tiba yeoja tersebut memeluk kyuhyun dengan erat membuat kyuhyun terbelabak kaget atas perlakuan yeoja tersebut. Kyuhyun ingin sekali mendorong yeoja tersebut. Namun, lagi-lagi ia megurungkan niatnya tersebut ketika ia meraskan yeoja tersebut terisak di dalam pelukannya.

Hati nurani kyuhyun mulai tergerak. Seorang namja apa yang tega melihat yeoja yang begitu rapuh menangis di dalam pelukannya dan hanya diam saja. Kyuhyunpun mulai berusaha untuk menenangkan yeoja yang tak dikenalnya itu dengan mengelus lembut punggung yeoja tersebut.

“ kenapa kau jahat sekali padaku oppa ? kemana saja kau selama dua tahun ini ? aku benar-benar sangat merindukanmu oppa…”, gumam yeoja yang sebenarnya bernama sooyoung itu pada kyuhyun.

Kyuhyun hanya bisa mendengarkan semua perkataan sooyoung tanpa tau harus bereaksi apa selain tersenyum. Ya, entah mengapa mendengar semua yang sooyoung katakan. Kyuhyun malah tersenyum.

Sooyoung mengangkat kepalanya dan menatap kyuhyun yang kini tersenyum padanya. Sooyoung merasa aneh dengan respon kyuhyun.

“ kau sudah selesai menangis dan menggumamnya ?”, tanya kyuhyun pada sooyoung yang kini menatapnya bingung.

“ kenapa menatapku seperti itu ? tadi kau menatapku kaget.. sekarang menatapku bingung ?”, tanya kyuhyun (lagi) pada sooyoung.

“ kau… kau bukan siwon oppa ?”, bukannya menjawab sooyoung malah balik bertanya dengan suara yang gugup.

“ siwon ? aku saja tidak tau siapa siwon…”, jawab kyuhyun santai dan kini mendudukkan dirinya di sebelah sooyoung yang masih menatapnya bingung.

“ mianhae… aku kira kau…”

“ siwon… kekasih-mu kah ?”, potong kyuhyun dengan pertanyaannya dan dijawab dengan anggukan dari sooyoung.

“ tapi dia sudah meninggal 2 tahun yang lalu…”, sooyoung menunduk sedih saat menjawab hal tersebut. Kyuhyun mengangguk mengerti lalu menepuk pundak sooyoung yang artinya  kyuhyun menyuruh sooyoung untuk sabar menghadapi semuanya.

Keheningan dan kecanggungan kini menguasai mereka berdua. Baik sooyoung maupun kyuhyun tak ada yang mau memulai pembicaraan. Mereka sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sampai akhirnya suara sooyoung memecahkan keheningan dan kecanggungan yang tercipta diantara mereka itu.

“ kau tau.. mengapa aku tadi memelukmu ?”, sooyoung menatap lurus kedepan dan bertanya pada kyuhyun tanpa menoleh ke arahnya.

“ karena kau sangat mirip dengannya.. mirip dengan siwon oppa…”, lanjut sooyoung yang membuat kyuhyun menoleh ke arahnya. Sooyoung juga menoleh kearah kyuhyun. Mata mereka saling bertemu. Membuat mereka merasakan suatu desiran aneh di hati mereka. Baik sooyoung maupun kyuhyun. Sooyoung langsung membuang muka dan kembali menatap lurus kedepan saat ia merasakan hal aneh tersebut. Sedangkan kyuhyun hanya menghembuskan nafas pelan.

“ apa aku begitu mirip dengannya ?”, tanya kyuhyun pada sooyoung.

“ hmm (sooyoung mengangguk) … bahkan suaramu juga sama seperti suaranya ..”, jawab sooyoung.

JEDERR (suara petir maksudnya )

Langit biru kini telah berubah menjadi gelap. Awan-awan putih sudah tak terlihat. Matahari juga sedang menyembunyikan dirinya. Pertanda bahwa sebentar lagi hujan akan turun.

1 detik…
2 detik…
3 detik…
4 detik…
5 detik…

Tes.. tes.. tes…

Hujan-pun akhirnya turun. Membuat dua orang yang tadinya sedang duduk tenang di bawah pohon itu langsung gelagapan bingung.

“ lebih baik sekarang kita cari tempat berteduh ?”, ajak kyuhyun pada sooyoung.

“ aku tak bisa… aku harus segera pergi…”, sooyoung menolak ajakan kyuhyun. Iapun berlari meninggalkan kyuhyun.

“ hei… aku belum tau namamu.. siapa namamu ?”, teriak kyuhyun pada sooyoung yang masih berada belum jauh darinya.

“ choi sooyoung…”, jawab sooyoung lalu berlari dengan cepat.

Kyuhyun masih mempertahankan posisinya. Ia diam dengan matanya yang menatap lurus. Sebuah senyuman terukir manis di wajahnya. Sebuah senyuman yang tulus dan menyiratkan kebahagiaan.

“ akhirnya aku menemukanmu, youngie..”

TBC

 

Advertisements

9 thoughts on “Let Me Love You [PART 1]

  1. Pingback: Let Me Love You [PART 7C-END] | KnightsFanfics

  2. Maksud kyuhyun bilang “akhirnya aku menemukanmu youngie” apatuh…..
    Apa si kyu itu siwon(?)*abaikan….

  3. Ahh.. Penasaran lanjutannya.
    Itu pas suara petir bikin ngakak aja thor. Lg serius2nya baca jeder aduh thor thor hahaha..
    Tp nih thor agak pengen kritik. Apa apaan siwon ga mirip ama kyu jauh bedaaa bangett huuaaa.. Hahahhaa..
    Tp ga apa apa kan cuma ceritanya aja hehehe..
    Daebak thor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s